Penyanyi dan penulis lagu jazz-pop asal Islandia, Laufey, kembali mencuri perhatian lewat perilisan proyek terbarunya “A Matter of Time: The Final Hour”. Karya ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu musisi muda paling berpengaruh di kancah global saat ini.
Perilisan ini melengkapi rangkaian pencapaian Laufey sepanjang tahun 2026. Ia dijadwalkan tampil di Coachella pada dua akhir pekan berturut-turut, serta melanjutkan tur Asia pada Mei mendatang dengan tiket yang telah ludes terjual di sejumlah kota besar seperti Hong Kong, Singapura, Tokyo, dan Seoul. Sementara itu, tiket tur “A Matter of Time Tour” di Jakarta masih tersedia.
Sukses Laufey juga ditandai dengan kemenangan di Grammy Awards ke-68 untuk kategori Album Vokal Pop Tradisional Terbaik lewat album “A Matter of Time”. Ini menjadi kemenangan keduanya setelah sebelumnya meraih penghargaan serupa pada 2024 melalui album “Bewitched”, yang menjadikannya salah satu artis termuda yang memenangkan kategori tersebut.
Album “A Matter of Time” yang dirilis Agustus 2025 mendapat sambutan hangat dari kritikus dan publik. Album ini debut di posisi #4 Billboard 200 serta menduduki peringkat #1 di tangga Album Jazz, memperkuat reputasinya di genre yang jarang digarap oleh musisi muda.
Tak hanya di musik, Laufey juga mencetak pencapaian penting lainnya. Pada Januari 2026, ia dianugerahi Ordo Elang oleh Presiden Islandia, Halla Tómasdóttir, sebagai bentuk penghormatan atas kontribusinya di dunia seni.
Dalam waktu dekat, Laufey juga akan merilis buku anak pertamanya berjudul “Mei Mei The Bunny”pada 21 April melalui Penguin Random House. Selain itu, album live “A Matter of Time: Live at Madison Square Garden” dijadwalkan rilis pada 18 April dalam rangka Record Store Day.
Adapun “A Matter of Time: The Final Hour” menghadirkan total 19 lagu, termasuk “Clockwork”, “Lover Girl”, “Silver Lining”, hingga “I’ll Forget About You (In Time)”. Album ini menjadi penutup yang emosional sekaligus reflektif dari perjalanan musikal Laufey dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan berbagai pencapaian dan proyek ambisius yang terus mengalir, Laufey membuktikan dirinya bukan sekadar fenomena sesaat, melainkan kekuatan baru dalam industri musik global yang terus berkembang.
Artikel Terkait
Rolls-Royce Perkenalkan Project Nightingale, Mobil Listrik Ultra-Eksklusif Berdesain Art Deco
Ketegangan Teluk Memuncak, Aliansi Saudi–Pakistan Ubah Peta Kekuatan Hadapi Iran
Laufey Rilis “A Matter of Time: The Final Hour”, Lengkapi Deretan Prestasi Global
Still Virgin Rayakan 20 Tahun Berkarya Lewat Album “Still Virgin For Two Decades”