London — Dunia otomotif kembali dibuat terpukau dengan kehadiran , sebuah mahakarya yang memadukan warisan balap klasik dengan sentuhan teknologi modern. Mobil ini bukan sekadar kendaraan mewah, melainkan simbol kebangkitan legenda yang pernah berjaya di ajang 24 Hours of Le Mans hampir satu abad lalu.
Dikembangkan oleh divisi kustom Bentley Mulliner, Speed Six 2026 hadir sebagai interpretasi modern dari mobil balap era pra-perang yang legendaris. Desainnya langsung mencuri perhatian lewat grille besar khas Bentley berlapis hitam glossy, lengkap dengan emblem “Flying B” yang ikonik.
Lampu depan bulat dengan teknologi LED menghadirkan perpaduan estetika klasik dan futuristik. Sementara itu, garis bodi tegas, fender berotot, serta posisi roda yang terekspos memberikan kesan agresif layaknya mobil balap murni.
Dari samping, proporsi long nose dan short tail menegaskan identitas grand tourer sejati. Desain open cockpit tanpa atap memperkuat DNA balapnya—minimalis, fokus pada pengemudi, dan sarat nuansa mekanis.
Masuk ke dalam kabin, kemewahan khas Bentley langsung terasa. Interior dipenuhi balutan kulit premium dengan pola diamond quilting, dipadukan dengan panel metal mengilap dan kombinasi instrumen analog serta layar digital modern. Hasilnya adalah pengalaman berkendara yang tetap mempertahankan “jiwa klasik” tanpa meninggalkan kenyamanan masa kini.
Dari sisi performa, Speed Six tetap setia pada akar sejarahnya. Mobil ini dibekali mesin inline-six berkapasitas 6.5 liter yang mampu menghasilkan sekitar 205 tenaga kuda, dipadukan dengan transmisi manual empat percepatan. Meski angka tersebut terbilang moderat dibanding supercar modern, sensasi berkendara yang ditawarkan jauh lebih “mentah” dan emosional.
Kecepatan puncaknya berada di kisaran 115 mph (sekitar 185 km/jam), namun pengalaman berkendara yang dihadirkan disebut jauh lebih intens dibanding mobil modern berperforma tinggi.
Yang membuatnya semakin eksklusif, Bentley hanya memproduksi 12 unit Speed Six Continuation Series di seluruh dunia. Setiap unit dirakit secara handmade, menjadikannya lebih dari sekadar kendaraan—melainkan artefak kolektor bernilai tinggi dengan harga yang diperkirakan mencapai jutaan dolar.
Speed Six 2026 bukanlah mobil yang mengejar angka performa semata. Ia hadir sebagai pernyataan: bahwa kejayaan otomotif sejati tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga tentang sejarah, emosi, dan craftsmanship tanpa kompromi.
Artikel Terkait
Mirra Andreeva Tampil Dominan, Tumbangkan Maria Sakkari di Babak Kedua
Bentley Uji Coba SUV Listrik Kompak “Barnato”, Tenaga Tembus 1.100 HP
Sabrina Carpenter dan Madonna Guncang Coachella dengan Kolaborasi Penuh Nostalgia dan Pesan Persatuan
Assia Keva Hidupkan Kembali “Moonlight”, Lagu Cinta Sederhana yang Lahir dari Spontanitas