Jakarta- Dokter anak dr. Tiwi dari Rumah Sakit Umum Bunda mengungkapkan kondisi bayi Urwah Indi saat dilahirkan oleh Zaskia Sungkar. Meski lahir lebih cepat dari perkiraan awal, kondisi bayi disebut dalam keadaan baik dengan pengawasan ketat tim medis.
dr. Tiwi mengaku sempat terkejut karena sebelumnya memperkirakan persalinan akan terjadi pada bulan Maret. Namun, ia langsung bersiap setelah mendapat kabar dari dokter obgyn yang menangani.
“Saya sendiri awalnya kaget karena perkiraan lahirnya Maret. Tapi begitu ditelepon, tentu kami langsung siapkan semuanya,” ujar dr. Tiwi.
Lahir di Usia 36 Minggu
Berbeda dengan kelahiran anak sebelumnya yang lahir di usia kehamilan 38 minggu, kali ini bayi lahir di usia 36 minggu dengan berat 2,6 kilogram. Menurut dr. Tiwi, usia tersebut termasuk kategori yang perlu perhatian khusus karena ada risiko gangguan adaptasi.
“Kalau menerima bayi 36 minggu, kami harus siap dengan kemungkinan gangguan adaptasi, terutama pernapasan,” jelasnya.
Ia pun datang lebih awal sebelum operasi dilakukan untuk memastikan seluruh tim, termasuk perawat pendamping, siap jika terjadi kondisi yang memerlukan tindakan cepat.
Tetap Lakukan Inisiasi Menyusu Dini
Meski sempat ragu karena usia kehamilan belum genap 37 minggu, tim medis akhirnya tetap melakukan inisiasi menyusu dini (IMD) setelah melihat kondisi bayi cukup stabil.
“Inisiasi menyusu dini itu penting sekali. Bayi punya refleks primitif seperti refleks mencari puting dan refleks menghisap. Tapi syaratnya bayi harus dalam kondisi baik,” kata dr. Tiwi.
Skin to skin contact dilakukan cukup lama hingga bayi benar-benar menunjukkan refleks menyusu. Menurutnya, proses tersebut tidak boleh terburu-buru karena dapat memengaruhi keberhasilan menyusui ke depan.
“Biasanya perlu sekitar 20 menit sampai bayi siap menyusu. Di sini tidak boleh buru-buru, karena itu bisa menyulitkan proses menyusui,” tegasnya.
Pantau Berat Badan dan ASI Eksklusif
dr. Tiwi juga menyoroti pentingnya pemantauan berat badan bayi, terutama pada bayi 36 minggu. Berat badan bayi saat ini tercatat turun sekitar 5 persen dari 2,6 kilogram, yang masih dalam batas wajar.
Ia menekankan pentingnya pemberian ASI eksklusif dan edukasi kepada ibu agar proses menyusui berjalan optimal. Target pertumbuhan bayi diupayakan mendekati pertumbuhan dalam kandungan, yakni sekitar 30 gram per hari.
“Kalau menyusui tidak benar, nanti di rumah bisa kuning atau berat badan turun terlalu banyak. Jadi memang kami harus agak cerewet,” ujarnya.
Lingkungan Aman untuk Bayi
Selain IMD, dr. Tiwi menyarankan agar bayi sering diletakkan di dada ibu atau ayah, karena suara napas dan detak jantung orang tua merupakan lingkungan yang paling stabil bagi bayi.
“Yang tidak berubah nanti saat pulang adalah dada ibu atau dada ayah. Bau tubuh, suara napas, detak jantung itu membuat bayi lebih tenang dan tidak mudah rewel,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk bayi yang lahir di usia 36 minggu, periode 2–3 minggu pertama sangat krusial. Idealnya, kontak skin to skin dilakukan minimal satu jam setiap siklus dan dapat diperpanjang hingga usia bayi mencapai 40 minggu atau sekitar satu bulan.
Sebagai penutup, dr. Tiwi menegaskan bahwa Rumah Sakit Umum Bunda juga melayani pasien BPJS dan memberikan pelayanan yang sama bagi seluruh ibu hamil.
“Buat kami, semua ibu hamil adalah selebriti. Semua bayi punya arti yang sama bagi kami,” pungkasnya.
Artikel Terkait
China Bangun Gelombang Stadion Raksasa, FIFA Tersentak oleh Skala Ambisi Infrastruktur Olahraga
Penyanyi David Ditangkap Terkait Kasus Pembunuhan Celeste Rivas Hernandez
Helikopter PK-CFX Jatuh di Sanggau, Sempat Kirim Sinyal Darurat Sebelum Hilang Kontak
Menantang Maut: Deretan Jalan Paling Berbahaya di Dunia yang Masih Dilalui Setiap Hari