Melbourne — Petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka tampil dominan saat menghadapi remaja Amerika Iva Jovic pada perempat final Australian Open. Dalam laga di Rod Laver Arena yang berlangsung di tengah suhu ekstrem, Sabalenka menang meyakinkan dua set langsung 6-3, 6-0.
Sejak awal pertandingan, Sabalenka langsung menekan lewat servis keras dan pukulan agresif. Ia berulang kali memimpin cepat dalam game servisnya, membuat Jovic sulit menemukan ritme permainan. Servis bertenaga yang menghasilkan banyak poin langsung menjadi kunci keunggulan petenis Belarusia tersebut.
Jovic sebenarnya memberi perlawanan pada set pertama. Petenis 18 tahun itu mampu bertahan dalam reli panjang dan beberapa kali mematahkan tekanan lewat return tajam. Bahkan ia sempat memaksa game penutup set pertama berlangsung lebih dari 10 menit. Namun pengalaman dan kekuatan pukulan Sabalenka tetap tak terbendung.
Statistik menunjukkan dominasi sang unggulan: lebih dari 20 winner hanya di set pertama serta persentase kemenangan tinggi saat memasukkan servis pertama. Setelah mengamankan set pembuka 6-3, Sabalenka semakin tak terbendung di set kedua.
Di set berikutnya, tempo pertandingan sepenuhnya dikuasai Sabalenka. Ia meningkatkan variasi permainan dengan maju ke net, drop shot, hingga sudut tajam yang membuat Jovic terus tertekan. Remaja Amerika itu kesulitan menjaga kedalaman pukulan, terutama di sisi forehand, sehingga Sabalenka leluasa menyerang.
Set kedua berakhir cepat 6-0, memastikan Sabalenka melangkah ke semifinal. Kemenangan ini juga menegaskan statusnya sebagai kandidat kuat juara setelah menunjukkan kombinasi kekuatan, kontrol, dan ketenangan di bawah kondisi cuaca panas Melbourne.
Meski kalah telak, Jovic tetap mendapat pujian. Penampilannya yang berani dan konsisten sepanjang turnamen dinilai menjadi sinyal kemunculan bintang baru di tenis putri dunia.
Artikel Terkait