Jakarta — Aktris Laura Basuki membagikan pengalaman mendalamnya saat membintangi film Yohannayang mengambil latar kehidupan masyarakat di Sumba, Nusa Tenggara Timur. Film ini tidak hanya menghadirkan tantangan akting, tetapi juga memberikan pengalaman emosional dan spiritual yang kuat bagi dirinya.
Laura mengungkapkan bahwa dalam memilih proyek, ia lebih mengutamakan kekuatan cerita dibandingkan target tertentu. “Aku memilih film yang ketika membaca skenarionya benar-benar menggugah,” ujarnya. Ia juga menyebut apresiasi yang diterimanya hingga ke Italia menjadi motivasi tambahan untuk terus berkembang dalam dunia akting.
Dalam proses syuting Yohanna, Laura menghadapi berbagai tantangan baru, mulai dari harus menguasai keterampilan yang belum pernah ia lakukan sebelumnya hingga beradaptasi dengan lokasi yang asing. Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah saat ia harus mengendarai mobil pickup di medan ekstrem Sumba.
“Nyetir di jalan yang pinggirnya jurang itu benar-benar memacu adrenalin. Tapi justru jadi pengalaman yang seru dan tidak terlupakan,” katanya.
Lebih dari sekadar tantangan teknis, film ini juga membuka perspektif baru bagi Laura tentang realitas kehidupan di daerah tersebut. Ia menyaksikan langsung kondisi anak-anak yang harus bekerja hingga tidak bisa bersekolah, bahkan ada yang terlibat sebagai joki kuda.
“Film ini membuka mata aku tentang kehidupan di Sumba. Banyak hal yang sebelumnya belum pernah aku lihat,” ungkapnya.
Selama berada di lokasi syuting, Laura juga berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat. Ia mengunjungi para pengrajin kain tradisional, berbincang dengan warga, hingga mencicipi kuliner lokal seperti seafood dan siput. Pengalaman ini semakin memperkaya pemahamannya terhadap budaya dan kehidupan masyarakat Sumba.
Dari sisi pesan, Laura menilai Yohanna membawa nilai yang universal. Meski dikemas melalui latar religius dengan karakter seorang suster, film ini mengangkat tema pencarian makna hidup dan pergolakan iman.
“Pesannya universal, tentang bagaimana seseorang menemukan kembali tujuan hidupnya setelah melalui berbagai pengalaman,” jelasnya.
Ia juga menyoroti kehadiran karakter anak-anak dalam film yang dinilai memberikan pelajaran penting bagi orang dewasa, terutama tentang kejujuran dan ketulusan.
Melalui film ini, Laura berharap penonton Indonesia dapat melihat lebih dekat realitas sosial di berbagai daerah, sekaligus belajar memahami keberagaman budaya dan kehidupan masyarakat yang jarang terekspos.
Artikel Terkait
Kate Cassidy Ungkap Kisah Asmara Kandas Setelah Sering Membandingkan Pasangan dengan Liam Payne
Chimelong Spaceship Pecahkan Rekor Dunia, Jadi Taman Hiburan Indoor Terbesar di Planet Ini
Film “The Bay” Tampilkan Ketegangan Wisata Alam yang Berubah Jadi Situasi Darurat di Tengah Keindahan Thailand
Manaka Rilis “Going” feat. Litty, Hadirkan Energi Trap Eksperimental dengan Lirik Penuh Kebebasan dan Chaos Emosional