JAKARTA — Prabowo Subianto menghadiri acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Auditorium Wisma Danantara, Jakarta, Jumat. Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bersama seluruh hadirin.
Setelah lagu kebangsaan, acara dilanjutkan doa bersama yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar, sebelum memasuki sesi pemaparan kondisi ekonomi nasional.
Airlangga: Ekonomi Indonesia Tetap Kuat
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan ekonomi global diperkirakan stagnan di kisaran 2,9–3,1 persen. Namun Indonesia dinilai tetap tangguh dengan pertumbuhan sekitar 5,11 persen pada kuartal IV.
Menurutnya, pertumbuhan didorong konsumsi rumah tangga, investasi, serta belanja pemerintah yang meningkat. Tingkat kemiskinan dan pengangguran juga dilaporkan menurun, sementara sektor pertanian, industri pengolahan, dan pariwisata menunjukkan penguatan.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2026 sebesar 5,4–5,6 persen dengan sektor prioritas pertanian, manufaktur, energi, dan ekonomi digital.
Prabowo: Indonesia Harus Berdiri di Atas Kaki Sendiri
Dalam sambutannya, Presiden menegaskan pembangunan bangsa membutuhkan keberanian mengakui kelemahan sekaligus tekad memperbaikinya.
Ia menyebut berbagai program pemerintah mulai menunjukkan dampak, termasuk program makan bergizi gratis yang diklaim mendorong konsumsi masyarakat hingga tingkat desa serta membuka lapangan kerja baru.
Prabowo juga menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyat serta komitmen pemberantasan korupsi dan penegakan hukum yang adil.
“Kita ingin menjadi negara maju, tapi harus realistis. Yang penting kekayaan negara dikelola sebesar-besarnya untuk rakyat,” ujarnya.
Target Kemandirian Nasional
Presiden menargetkan kemandirian pangan dan energi sebagai fondasi ekonomi, termasuk pembangunan desa nelayan, koperasi desa, serta peningkatan investasi.
Ia menegaskan Indonesia terbuka terhadap investasi global namun tetap berpegang pada kepentingan nasional.
Acara kemudian dilanjutkan diskusi panel bersama sejumlah menteri dan pemangku kepentingan ekonomi, diikuti pelaku usaha, akademisi, dan perwakilan lembaga internasional.
Artikel Terkait
Rusia Soroti Rancangan Resolusi Bahrain, Tekankan Hentikan Konflik untuk Jaga Stabilitas Kawasan
Assia Keva Rilis Versi Piano Mini Album “Forevermore”, Hadirkan Nuansa Intim dan Personal
Kehidupan Mewah Kelsey Swanson Jadi Sorotan di Reality Show “The Real Housewives of Rhode Island”
Paus Pimpin Jalan Salib di Koloseum Roma, Serukan Refleksi Iman dan Kemanusiaan