JAKARTA – Sidang lanjutan perkara Ammar Zoni di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (12/2), menghadirkan saksi Jaya, mantan narapidana Lapas Salemba yang mengaku pernah satu kamar dengan terdakwa.
Dalam keterangannya di bawah sumpah, Jaya mengaku menjadi terpidana pada 2024 dan sempat satu blok dengan Ammar selama kurang lebih tiga minggu. Ia menyatakan maju sebagai saksi karena namanya disebut dalam persidangan sebelumnya.
“Saya lihat video persidangan, nama saya disebut-sebut. Dibilang barang itu punya saya. Makanya saya mau jadi saksi untuk meluruskan,” ujar Jaya di hadapan majelis hakim.
Jaya mengungkapkan, saat penggeledahan oleh petugas, dirinya berada di bawah sementara Ammar berada di bagian atas kamar. Ia mengaku tidak ditemukan barang bukti saat digeledah. Namun, ia menyebut pernah melihat barang yang diduga sabu berada di dalam tas milik Ammar.
“Saya pernah lihat di atas, di dalam tasnya Bang Amar. Isinya seperti sabu,” katanya.
Lebih lanjut, Jaya juga mengaku pernah diminta Ammar untuk mengantarkan barang yang dibungkus tisu ke blok lain di dalam lapas. Ia menyebut pengantaran itu dilakukan kepada seseorang bernama Andi atau Aldi.
“Dibungkus pakai tisu, saya antar ke blok lain. Dijanjikan upah Rp100 ribu per minggu, tapi belum sempat dibayar,” ucapnya.
Tak hanya itu, Jaya juga menyebut dirinya diminta mengunduh aplikasi bernama Zangi oleh Ammar. Menurutnya, aplikasi tersebut digunakan untuk menerima pesan dari pihak luar terkait pemesanan barang.
“Semua didaftarkan sama Bang Amar. Kalau ada yang chat, saya lapor ke dia,” katanya.
Saat ditanya mengenai proses pemeriksaan oleh petugas lapas, Jaya menegaskan dirinya menulis surat pernyataan secara mandiri dan tidak didikte.
“Saya tulis sendiri, tidak ada yang mendikte,” tegasnya.
Ia juga menyebut tidak melihat adanya CCTV di sekitar lokasi pemeriksaan saat itu.
Dalam persidangan, Jaya mengakui beberapa orang seperti Andi dan Aldi kerap naik ke kamar Ammar. Ia mengaku biasanya berada di bawah dan sesekali diminta berjaga.
Artikel Terkait
Netanyahu Klaim Operasi Militer Tekan Iran dan Hezbollah
Pemain Lokal Sumba Timur Warnai Film “Yohanna”, Hadirkan Cerita Autentik dan Pengalaman Perdana Berakting
Film “Yohanna” Angkat Kisah Sumba, Libatkan Talenta Lokal dan Raih Apresiasi Global
Laura Basuki Kenang Syuting “Yohanna”di Sumba Timur: Belajar Banyak dan Sulit Berpisah