Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Preseason Testing F1: Panggung Inovasi, Kejutan, dan Drama yang Mengubah Sejarah

- Rabu, 11/02/2026
Formula 1

Preseason testing selalu menjadi salah satu momen paling krusial dalam kalender Formula 1. Bagi penggemar, inilah kesempatan pertama melihat wujud mobil yang akan berlaga sepanjang musim setelah jeda panjang tanpa balapan. Namun bagi tim, pengujian pramusim jauh lebih penting: memastikan mobil bekerja dengan baik, memahami performa, dan membaca arah persaingan.

Meski tidak semegah akhir pekan Grand Prix, sesi tes kerap menghadirkan momen yang menggemparkan dunia F1. Salah satunya terjadi pada 2022, ketika perubahan regulasi besar-besaran menghadirkan era desain mobil yang benar-benar baru. Mercedes, yang mendominasi F1 dari 2014 hingga 2021, datang ke tes Barcelona dengan konsep sidepod super ramping yang langsung menyita perhatian. Rumor bahkan menyebut desain tersebut bisa memberi keuntungan hingga satu detik per lap.

Pada tes berikutnya di Bahrain, Mercedes W13 benar-benar tampil dengan konfigurasi zero-pod. Namun hasilnya tak seindah ekspektasi. Alih-alih kembali mendominasi, Mercedes hanya meraih satu kemenangan sepanjang musim, menandai sulitnya adaptasi di era regulasi baru.

Inovasi ekstrem sejatinya bukan hal baru bagi Mercedes. Dua tahun sebelumnya, tim ini mengejutkan paddock dengan teknologi Dual Axis Steering (DAS). Sistem ini memungkinkan pembalap menarik dan mendorong setir untuk mengubah sudut roda depan. Saat melaju di trek lurus, roda bisa diluruskan untuk meningkatkan kecepatan, sementara di tikungan roda kembali membuka untuk menambah grip. Hasilnya luar biasa: Mercedes W11 dianggap sebagai mobil F1 tercepat sepanjang masa dan mengantarkan Lewis Hamilton serta Mercedes meraih gelar juara dunia pada musim 2020.

Tes pramusim 2020 di Barcelona juga melahirkan kontroversi lain. Racing Point hadir dengan desain yang sangat mirip Mercedes, hingga dijuluki “Pink Mercedes”. Performa mereka melonjak drastis, finis keempat klasemen konstruktor dengan satu kemenangan, empat podium, dan satu pole position. Namun protes dari Renault berujung sanksi pengurangan 15 poin akibat kesamaan desain rear brake ducts, yang akhirnya membuat McLaren naik ke posisi ketiga klasemen

Tags

Artikel Terkait

Terkini