LOS ANGELES – Penyanyi pop dunia Britney Spears dikabarkan telah menjual katalog musiknya kepada perusahaan penerbit musik, Primary Wave. Informasi tersebut dilaporkan oleh sejumlah media internasional dan diperkuat oleh dokumen hukum yang diperoleh TMZ.
Meski nilai transaksi tidak diungkap ke publik, dokumen tersebut menunjukkan bahwa Britney menandatangani pengalihan kepemilikan sebagian besar hak atas katalog musiknya pada Desember lalu. Penjualan ini mencakup hak penerbitan dan sejumlah hak terkait lainnya.
Primary Wave dikenal sebagai perusahaan yang agresif mengakuisisi katalog musisi legendaris. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ini telah membeli katalog musik milik Stevie Nicks, Prince, Whitney Houston, hingga The Notorious B.I.G.
Langkah Britney Spears mengikuti tren yang sebelumnya dilakukan sejumlah musisi papan atas. Justin Bieber, Bruce Springsteen, dan Shakira tercatat pernah menjual katalog musik mereka kepada perusahaan lain. Sementara itu, kasus kepemilikan master Taylor Swift menjadi sorotan global setelah rekaman aslinya dijual oleh Big Machine Records pada 2019, sebelum akhirnya dibeli kembali oleh Swift dari Shamrock Capital pada 2025.
Britney Spears terakhir merilis album studio pada 2016. Meski kini tidak lagi memegang kepemilikan atas katalog musiknya, pelantun lagu Toxic tersebut disebut tengah lebih memfokuskan hidupnya pada keluarga, khususnya hubungan dengan kedua anaknya, Sean Preston Federline (20) dan Jayden James Federline (19), hasil pernikahannya dengan mantan suami Kevin Federline.
Artikel Terkait
Netanyahu Klaim Operasi Militer Tekan Iran dan Hezbollah
Pemain Lokal Sumba Timur Warnai Film “Yohanna”, Hadirkan Cerita Autentik dan Pengalaman Perdana Berakting
Film “Yohanna” Angkat Kisah Sumba, Libatkan Talenta Lokal dan Raih Apresiasi Global
Laura Basuki Kenang Syuting “Yohanna”di Sumba Timur: Belajar Banyak dan Sulit Berpisah