Untuk menandai satu dekade perjalanan bermusik, duo pop alternatif asal Inggris, HONNE, mengumumkan album perayaan bertajuk “HONNE — 10”. Album ini menghadirkan kembali lagu-lagu favorit penggemar dalam versi yang lebih intim dan stripped-back, sebagai refleksi atas perjalanan panjang mereka selama 10 tahun terakhir.
Berisi 12 lagu, HONNE — 10 menengok kembali materi dari dua album pertama mereka yang direkam ulang dengan aransemen minimalis. Pendekatan ini memberi ruang lebih luas pada lirik dan emosi—dua elemen yang sejak awal menjadi benang merah dalam musik HONNE.
“Kami sudah lama menyimpan proyek ini dan akhirnya sangat senang bisa membagikannya sekarang,” ungkap HONNE. “Untuk menandai 10 tahun HONNE, kami kembali ke lagu-lagu yang menjadi awal segalanya dan merekam ulang versi akustik stripped-back dari dua album pertama kami. Menghabiskan waktu bersama lagu-lagu ini lagi mengingatkan kami kenapa HONNE dimulai, dan kenapa musik ini masih sangat berarti bagi kami.”
Perjalanan HONNE sendiri bermula dari perilisan single debut “Warm on a Cold Night”, yang lahir dari sesi rekaman larut malam di London. Lagu tersebut menjadi pintu pembuka menuju karier global, membawa HONNE menjelajah berbagai belahan dunia, menggelar tur yang terjual habis, serta membangun basis penggemar internasional yang terus berkembang.
“Warm on a Cold Night membawa kami ke perjalanan yang luar biasa,” tambah mereka. “Bukan hanya karena kami bisa mewujudkan mimpi untuk mengunjungi tempat-tempat yang dulu hanya bisa kami bayangkan, tetapi juga karena kami melihat bagaimana lagu-lagu ini memberi rasa nyaman bagi banyak orang.”
Perayaan satu dekade HONNE dibuka dengan perilisan “Warm on a Cold Night (10 Years)”, versi rekaman ulang dari single debut mereka yang kini sudah dapat didengarkan. HONNE menjelaskan bahwa nuansa jazzy dan larut malam yang sejak awal melekat pada lagu ini semakin ditegaskan dalam versi terbaru, dengan kembalinya kolaborator lama mereka, Tommy Inglethorpe.
Album lengkap “HONNE — 10” dijadwalkan rilis pada 15 Mei 2026. Merefleksikan perjalanan mereka, HONNE menambahkan, “Kami mencintai lagu-lagu ini sepenuh hati. Selama 10 tahun terakhir, lagu-lagu ini telah menjadi soundtrack hidup kami.”
Album ini hadir bukan hanya sebagai perayaan, tetapi juga ungkapan terima kasih kepada para pendengar—sebuah refleksi tentang titik awal karier HONNE, sejauh apa perjalanan yang telah ditempuh, serta hubungan emosional yang terus terjalin dengan penggemar di seluruh dunia.
Sebagai bagian dari perayaan tersebut, HONNE juga akan membawa versi-versi terbaru ini ke atas panggung sepanjang 2026 melalui rangkaian tur mendatang. Tur ini akan mengusung format pertunjukan yang lebih intim dan stripped-back, digelar di teater-teater duduk di berbagai kota dunia. Detail jadwal tur akan diumumkan dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
Netanyahu Klaim Operasi Militer Tekan Iran dan Hezbollah
Pemain Lokal Sumba Timur Warnai Film “Yohanna”, Hadirkan Cerita Autentik dan Pengalaman Perdana Berakting
Film “Yohanna” Angkat Kisah Sumba, Libatkan Talenta Lokal dan Raih Apresiasi Global
Laura Basuki Kenang Syuting “Yohanna”di Sumba Timur: Belajar Banyak dan Sulit Berpisah