Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Netanyahu Buka Jawaban kepada Publik Terkait Audit Peristiwa 7 Oktober

- Jum'at, 06/02/2026
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengungkapkan kepada publik isi jawaban yang ia berikan kepada Kantor Auditor Negara dalam rangka pemeriksaan peristiwa 7 Oktober. Dalam pernyataannya, Netanyahu menegaskan komitmennya untuk mengungkap kebenaran secara menyeluruh mengenai apa yang terjadi pada hari tersebut serta rangkaian peristiwa yang mendahuluinya.

Netanyahu menjelaskan bahwa dokumen yang ia sampaikan berisi jawaban resmi atas pertanyaan Auditor Negara, yang dibahas dalam pertemuan di kantornya pada 25 Desember 2025. Pertemuan itu berlangsung selama empat jam penuh dan diwarnai pertanyaan-pertanyaan mendalam terkait kebijakan keamanan, pengambilan keputusan, serta tindakannya pada hari terjadinya serangan 7 Oktober.

Namun, menurut Netanyahu, hanya enam hari setelah pertemuan tersebut, Mahkamah Agung Israel (Bagatz) secara tiba-tiba mengeluarkan perintah sementara yang menghentikan proses pemeriksaan Auditor Negara. Ia menyoroti bahwa selama hampir dua tahun sebelumnya, audit berjalan tanpa intervensi dari sistem peradilan atau pihak lain. Netanyahu mempertanyakan waktu penghentian audit tersebut dan menyerahkan penilaiannya kepada publik.

Dalam dokumen yang kini dipublikasikan, Netanyahu menyebut sebagian bagian yang bersifat sensitif secara keamanan telah disensor. Meski demikian, dokumen lengkap beserta sejumlah berkas pendukung akan diserahkan kepada Subkomite Intelijen Knesset untuk ditelaah oleh pihak berwenang. Ia mengungkapkan bahwa ketika inti dokumen itu dipresentasikan kepada Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Knesset serta kabinet, banyak pihak terkejut karena isinya dinilai bertolak belakang dengan narasi yang beredar di media selama dua tahun terakhir.

Dokumen tersebut mencakup transkrip diskusi keamanan dan berbagai dokumen selama 12 tahun terakhir, sejak operasi-operasi sebelumnya hingga pagi hari 7 Oktober. Netanyahu juga menegaskan bahwa audit tersebut menanyakan secara langsung peran dan keputusannya, termasuk tindakannya pada hari kejadian.

Netanyahu menilai, jika tidak ada intervensi Mahkamah Agung, seluruh pejabat terkait—baik yang masih menjabat maupun yang sudah tidak—akan memiliki akses penuh terhadap seluruh materi audit, sehingga dapat memberikan klarifikasi secara menyeluruh. Ia pun menyerukan agar perintah sementara tersebut dicabut dan audit Auditor Negara dilanjutkan.

Meski demikian, Netanyahu menegaskan bahwa audit tidak dapat menggantikan pembentukan komisi penyelidikan nasional. Ia mendorong dibentuknya komisi penyelidikan yang independen, demokratis, dan representatif, dengan keanggotaan yang ditentukan secara seimbang oleh koalisi dan oposisi. Menurutnya, publik melalui wakil-wakilnya harus memiliki peran dalam menentukan komposisi komisi tersebut.

“Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. Semua pihak harus menjawab semua pertanyaan,” ujar Netanyahu, seraya merujuk pada model komisi penyelidikan di Amerika Serikat pasca-serangan 11 September. Ia menegaskan kesiapannya untuk menjadi pihak pertama yang hadir dan memberikan kesaksian di hadapan komisi tersebut.

Netanyahu menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa keterbukaan penuh adalah satu-satunya jalan untuk mencapai kebenaran, memulihkan kepercayaan publik, serta melangkah menuju proses pemulihan dan rekonstruksi nasional pasca-tragedi 7 Oktober.

Tags

Artikel Terkait

Terkini