Jakarta – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memaparkan agenda Presiden Prabowo Subianto pada hari ini, termasuk rencana pertemuan dengan sejumlah tokoh Islam dan pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam dari berbagai daerah.
Menurut Teddy, Presiden dijadwalkan menerima para pimpinan organisasi Islam, tokoh-tokoh Islam nasional, serta pimpinan pondok pesantren pada siang hari. Pertemuan tersebut merupakan agenda rutin yang digelar setiap tiga hingga empat bulan sekali, seperti yang juga dilakukan pada akhir tahun lalu.
“Siang ini Bapak Presiden akan menerima tokoh-tokoh pimpinan organisasi Islam dan pimpinan pondok pesantren. Pertemuan ini akan diisi diskusi tentang pencapaian pemerintah, program-program strategis, serta kondisi dalam dan luar negeri,” ujar Teddy kepada awak media, Senin pagi.
Pertemuan tersebut diperkirakan berlangsung selama tiga hingga empat jam dan akan dihadiri sekitar 40 hingga 50 undangan. Sejumlah organisasi besar seperti PBNU, Muhammadiyah, MUI, Persis, Syarikat Islam, serta tokoh pesantren dari Jawa Timur dan daerah lainnya turut diundang.
Klarifikasi Isu Penggunaan Dua Pesawat Kenegaraan
Dalam kesempatan yang sama, Teddy juga menegaskan isu yang menyebut Presiden menggunakan dua pesawat kenegaraan saat melakukan perjalanan luar negeri adalah tidak benar.
Ia menjelaskan bahwa sejak sebelum menjabat sebagai Presiden, Prabowo kerap menggunakan pesawat perusahaan milik pribadi. Pada awal masa kepresidenan, perjalanan luar negeri dilakukan dengan satu pesawat pribadi ditambah satu pesawat TNI AU Boeing 737 untuk membawa unsur pengamanan, protokoler, tim medis, Kementerian Luar Negeri, serta awak media sesuai aturan yang berlaku.
“Faktanya, sejak sekitar satu tahun terakhir, Presiden Prabowo untuk perjalanan jarak jauh ke luar negeri hanya menggunakan satu pesawat, yaitu Garuda Indonesia Boeing 777,” tegas Teddy.
Menurutnya, penggunaan pesawat Garuda Indonesia dilakukan sebagai simbol bahwa Indonesia adalah negara besar dan kuat dengan maskapai nasional yang mumpuni. Pesawat tersebut digunakan dengan konfigurasi standar tanpa perubahan khusus kepresidenan atau fasilitas VIP.
Rombongan Diperketat, Efisiensi Ditekankan
Teddy juga menyampaikan bahwa jumlah perangkat kepresidenan dan rombongan dalam perjalanan Presiden kini semakin dibatasi. Ia menegaskan, dibandingkan masa lalu, jumlah rombongan saat ini jauh lebih kecil dan disesuaikan dengan kebutuhan.
Sementara untuk perjalanan dalam negeri, Presiden tetap menggunakan pesawat TNI AU guna mengangkut perangkat kepresidenan dan wartawan.
Rencana Pertemuan dengan Donald Trump Masih Dibahas
Terkait rencana pertemuan Presiden Prabowo dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Teddy mengatakan hal tersebut masih dalam pembahasan oleh Kementerian Luar Negeri. Pengumuman resmi akan disampaikan setelah jadwal dipastikan.
“Sudah ada pembicaraan dan beberapa pertemuan, nanti akan diputuskan dan disampaikan oleh Menteri Luar Negeri,” ujarnya.
Dorong Gerakan ASRI Nasional
Selain agenda kenegaraan, Teddy juga menyinggung arahan Presiden terkait Gerakan ASRI (Aksi Serentak Bersih-bersih). Presiden mengajak seluruh kepala daerah, kementerian, lembaga, BUMN, hingga TNI dan Polri untuk memberi contoh menjaga kebersihan lingkungan.
“Kepala daerah, sekolah-sekolah, kementerian, BUMN, semuanya diajak ikut bersih-bersih. Ini gerakan bersama,” kata Teddy.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan hal baru, namun kini diperkuat sebagai gerakan nasional.
Soal Pesawat Cadangan
Menutup penjelasannya, Teddy menyatakan bahwa keberadaan pesawat cadangan merupakan prosedur standar bagi kepala negara. Namun, ia menekankan bahwa meski secara aturan memungkinkan penggunaan dua pesawat kenegaraan, hal tersebut saat ini tidak dilakukan karena dinilai cukup dengan satu pesawat utama.
“Namanya kepala negara, pasti ada cadangan. Sama seperti mobil, harus ada backup. Tapi sejauh ini, satu pesawat sudah cukup,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Netanyahu Klaim Operasi Militer Tekan Iran dan Hezbollah
Pemain Lokal Sumba Timur Warnai Film “Yohanna”, Hadirkan Cerita Autentik dan Pengalaman Perdana Berakting
Film “Yohanna” Angkat Kisah Sumba, Libatkan Talenta Lokal dan Raih Apresiasi Global
Laura Basuki Kenang Syuting “Yohanna”di Sumba Timur: Belajar Banyak dan Sulit Berpisah