• Jum'at, 03/04/2026
Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Ferrari 849 Testarossa: Supercar 1.036 HP yang Jadi Penentu Masa Depan Ferrari

- Senin, 02/02/2026
Top Gear

Spanyol — Ferrari memperkenalkan 849 Testarossa, sebuah supercar hybrid bertenaga buas yang membawa nama legendaris Testarossa kembali ke panggung utama. Dengan tenaga mencapai 1.036 brake horsepower, Ferrari 849 Testarossa tak hanya menawarkan performa ekstrem, tetapi juga memikul beban besar sebagai model penentu kebangkitan Ferrari setelah respons pasar yang kurang hangat terhadap SF90.

Mobil ini diposisikan untuk menantang rival berat seperti Lamborghini Revuelto, sekaligus membuktikan bahwa Ferrari masih menjadi tolok ukur di segmen supercar hybrid.

Desain Kontroversial, Filosofi Balap Klasik

Sejak pertama kali diperkenalkan, desain 849 Testarossa memicu reaksi beragam. Banyak yang menyebut tampilannya terlalu kompleks dan “berisik”. Namun Ferrari menegaskan bahwa desain tersebut terinspirasi dari mobil balap klasik seperti Ferrari 512S dan 512M era 1970-an.

Varian Assetto Fiorano tampil lebih agresif dengan aero tambahan, twin rear wing terpisah, bobot 30 kg lebih ringan, serta menghasilkan downforce hingga 415 kg pada kecepatan 250 km/jam.

Mesin V8 Hybrid dengan Teknologi Termaju

Nama “849” merujuk pada konfigurasi mesin: V8 twin-turbo 4.0 liter dengan kapasitas 499 cc per silinder, dipadukan sistem hybrid canggih. Ferrari menyematkan motor listrik di antara mesin dan transmisi untuk mengurangi turbo lag, serta dua motor listrik di roda depan untuk sistem penggerak empat roda dan torque vectoring.

Ferrari mengklaim ini adalah turbo terbesar yang pernah dipasang pada mobil jalan raya Ferrari, namun dengan respons lebih halus dibanding SF90.

Interior: Tombol Fisik Akhirnya Kembali

Salah satu kabar paling disambut positif adalah kembalinya tombol fisik di interior. Ferrari meninggalkan pendekatan full-haptic yang banyak dikritik, dan menghadirkan kembali tombol start, manettino klasik, serta kontrol yang lebih intuitif.

Meski masih menggunakan sasis aluminium—bukan carbon tub seperti rivalnya—kabin terasa minimalis, fokus ke pengemudi, dan tetap bernuansa premium khas Maranello.

Performa di Sirkuit: Jauh Lebih Matang dari SF90

Di lintasan, khususnya dalam mode Qualifying dan ESC Off, 849 Testarossa menunjukkan lompatan besar dibanding SF90. Distribusi tenaga terasa lebih alami, dengan karakter dominan penggerak belakang meski berstatus AWD.

Transmisi dual-clutch menuai pujian berkat respons instan, sementara sistem rem dan kestabilan dinilai jauh lebih konsisten. Bobot kering mobil ini hanya 1.570 kg, sekitar 200 kg lebih ringan dari Lamborghini Revuelto, memberikan keuntungan signifikan saat dipacu.

Nyaman dan Percaya Diri di Jalan Raya

Saat diuji di jalan umum dalam kondisi hujan deras, 849 Testarossa justru tampil lebih meyakinkan. Steering cepat namun komunikatif, suspensi Magnaride terasa menyatu dengan karakter mobil, dan gearbox menjadi salah satu aspek terbaik dalam pengalaman berkendara.

Namun, mesin V8-nya dinilai kurang emosional di putaran rendah dibanding V6 Ferrari 296 atau V12 Ferrari lainnya. Performanya brutal, tetapi karakter suaranya tidak terlalu berkesan saat digunakan santai.

Layak Menyandang Nama Testarossa?

Ferrari 849 Testarossa adalah lompatan besar dari SF90—lebih matang, lebih cepat, dan jauh lebih menyenangkan dikendarai. Namun di harga yang sangat tinggi (mulai sekitar £470.000), mobil ini menghadapi persaingan internal dari Ferrari 296 dan 296 Speciale, serta rival eksternal seperti Lamborghini Revuelto dan McLaren 750S.

Kesimpulannya, 849 Testarossa adalah supercar luar biasa dan sangat impresif secara teknis, tetapi belum tentu menjadi Ferrari impian bagi semua penggemar kuda jingkrak.

Tags

Artikel Terkait

Terkini