Malam terbesar dalam industri musik dunia kembali digelar. Grammy Awards ke-68 berlangsung meriah di Crypto.com Arena, Los Angeles, menghadirkan rangkaian momen emosional, kemenangan awal yang mengejutkan, kembalinya bintang besar, hingga refleksi mendalam tentang masa depan musik global.
Sejak karpet merah dibuka, Grammy tahun ini langsung menunjukkan bahwa ajang ini bukan sekadar penghargaan, melainkan perayaan seni, identitas, dan evolusi industri musik.
Pemenang Awal dan Kejutan di Upacara Pembukaan
Sejumlah kategori telah diumumkan sebelum siaran utama dimulai dan menghadirkan cerita yang mencuri perhatian:
Jelly Roll mencatat sejarah pribadi dengan meraih dua kemenangan Grammy pertamanya lewat lagu Amen dan Hard Fought Hallelujah. Dalam wawancara pasca-kemenangan, ia tak kuasa menahan air mata dan menyebut pencapaiannya sebagai “bukti kuasa Tuhan.”
Sementara itu, Jon Batiste kembali menegaskan dominasinya dengan membawa pulang Grammy kedelapannya untuk kategori Best Americana Album.
Artis Doi tampil gemilang dengan kemenangan di kategori Best Music Video, sekaligus merayakan total lima nominasi yang diraihnya malam ini.
Grup vokal Katy (Catsai) juga mencuri sorotan setelah masuk nominasi Best New Artist, sebuah pencapaian bersejarah bagi artis keturunan Korea-Amerika di ajang Grammy.
Karpet Merah: Fashion sebagai Pernyataan Diri
Karpet merah Grammy 2026 menjadi panggung kreativitas tanpa batas, di mana fashion berbicara sama lantangnya dengan musik.
Paris Hilton tampil memukau dalam balutan gaun Nicholas Jebran, sekaligus memanfaatkan momen ini untuk mempromosikan film terbarunya, Infinite Icon.
Kelsey Ballerini memilih gaun kustom berwarna zamrud rancangan Rodarte, yang terinspirasi dari emosi dalam EP terbarunya.
Rapper country Shaboozey tampil tajam mengenakan busana serba Ralph Lauren, menyampaikan pesan kebanggaan sebagai anak imigran.
Dua nominator Best New Artist, Somber dan Addison Rae, tampil kontras namun sama-sama mencuri perhatian. Somber mengusung gaya disco-glam Valentino, sementara Addison Rae tampil elegan dengan gaun putih minimalis rancangan Alaïa.
Kembalinya Justin Bieber
Salah satu momen paling dinanti malam itu adalah kembalinya Justin Bieber ke panggung Grammysetelah absen selama empat tahun. Hadir bersama sang istri, Hailey Bieber, pelantun Peaches itu disebut akan menyuguhkan penampilan yang merepresentasikan dirinya sebagai seniman, suami, dan ayah.
Penampilan ini juga menjadi pemanasan jelang kiprahnya sebagai salah satu penampil utama di Coachella April mendatang, menandai babak baru dalam perjalanan kariernya.
Tribut dan In Memoriam yang Mengharukan
Grammy Awards ke-68 juga menjadi ruang refleksi bagi industri musik yang kehilangan sejumlah figur besar.
Segmen penghormatan untuk Ozzy Osbourne menjadi salah satu momen paling emosional malam itu. Andrew Watt, Yungblud, dan Kelly Osbourne berbagi kenangan tentang sang legenda rock, dengan penampilan tribut khusus yang dibawakan oleh Post Malone dan Slash.
Sementara itu, Reba McEntire memimpin segmen In Memoriam, menghormati para musisi dan insan industri yang telah berpulang sepanjang tahun, termasuk putra tertuanya—momen yang membuat arena hening dan penuh haru.
Masa Depan Musik dan Peran Teknologi
Di luar gemerlap trofi dan fashion, Grammy 2026 juga menyoroti arah masa depan industri musik. will.i.am menyampaikan pandangannya tentang pergeseran dari “era kreativitas manusia murni” menuju integrasi kecerdasan buatan (AI).
Ia menekankan pentingnya menjaga empati, nilai kemanusiaan, dan kolaborasi organik di tengah derasnya dominasi algoritme dan teknologi.
Artikel Terkait
Netanyahu Klaim Operasi Militer Tekan Iran dan Hezbollah
Pemain Lokal Sumba Timur Warnai Film “Yohanna”, Hadirkan Cerita Autentik dan Pengalaman Perdana Berakting
Film “Yohanna” Angkat Kisah Sumba, Libatkan Talenta Lokal dan Raih Apresiasi Global
Laura Basuki Kenang Syuting “Yohanna”di Sumba Timur: Belajar Banyak dan Sulit Berpisah