• Jum'at, 03/04/2026
Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Presiden Trump Singgung Iran, Venezuela, Kuba hingga Proyek Ikonik di Washington

- Minggu, 01/02/2026
Presiden Amerika Serikat Donald Trump ( White House )

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan sejumlah pernyataan penting terkait isu luar negeri, keamanan nasional, ekonomi, hingga rencana pembangunan monumental di Washington DC, saat diwawancarai awak media usai menghadiri jamuan makan malam Alfalfa.

Terkait ketegangan dengan Iran, Trump mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat telah mengerahkan armada militer besar ke kawasan tersebut. Meski menolak merinci langkah lanjutan, ia menegaskan masih membuka peluang diplomasi.

“Kami memiliki kapal-kapal yang sangat kuat bergerak ke arah itu. Saya berharap mereka mau bernegosiasi dan mencapai kesepakatan yang bisa diterima, tanpa senjata nuklir,” ujar Trump.

Trump juga menanggapi pernyataan Menteri Pertahanan Arab Saudi yang menyebut negaranya tidak akan terlibat jika AS mundur dari opsi serangan terhadap Iran. Menurutnya, masih ada kemungkinan kesepakatan damai meski hasilnya belum pasti.

Dalam isu ekonomi global, Trump menyinggung hubungan yang membaik dengan Venezuela. Ia menyebut AS akan terlibat dalam penjualan minyak Venezuela dengan skema pembagian keuntungan yang saling menguntungkan.

“Kami berhubungan sangat baik dengan kepemimpinan Venezuela. Mereka akan menghasilkan lebih banyak uang dari sebelumnya, dan itu juga menguntungkan bagi kami,” katanya.

Trump juga mengungkap bahwa India telah sepakat membeli minyak Venezuela sebagai alternatif dari Iran, sementara China dipersilakan bergabung jika tertarik. Ia menilai langkah tersebut dapat membantu pemulihan ekonomi Venezuela.

Soal Kuba, Trump mengisyaratkan kemungkinan tercapainya kesepakatan baru. Ia menilai embargo tidak harus berujung krisis kemanusiaan dan membuka peluang dialog demi membuka kembali hubungan yang lebih baik.

“Mereka akan datang kepada kami dan membuat kesepakatan. Kuba memiliki masalah besar—tidak ada uang, tidak ada minyak. Kami ingin membantu, tapi dengan kesepakatan yang tepat,” ucapnya.

Di dalam negeri, Trump menegaskan keberhasilan pemerintahannya dalam menekan angka kejahatan ke level terendah dalam 125 tahun terakhir. Ia menyebut penurunan itu hasil dari penegakan hukum federal yang agresif, termasuk deportasi puluhan ribu pelaku kriminal.

“Ini adalah tingkat kejahatan terendah dalam sejarah negara kita. Pembunuhan berada di angka terendah sepanjang masa,” tegas Trump.

Namun, ia menambahkan bahwa pemerintah federal hanya akan turun tangan di kota-kota yang dipimpin Demokrat jika ada permintaan resmi dari otoritas setempat.

Trump juga menyinggung rencana pembangunan monumen lengkung (arch) setinggi sekitar 250 kaki di Washington DC, yang terinspirasi dari Arc de Triomphe di Paris. Menurutnya, proyek tersebut telah direncanakan selama ratusan tahun dan akan menjadi simbol kebesaran Amerika Serikat.

“Kami satu-satunya ibu kota besar di dunia yang belum memilikinya. Saya ingin ini menjadi yang terbesar dan paling indah,” kata Trump.

Selain itu, ia mengonfirmasi pembangunan ballroom baru di Gedung Putih yang akan disesuaikan dengan estetika bangunan bersejarah tersebut.

Menutup pernyataannya, Trump menegaskan sikap keras terhadap aksi kekerasan dalam demonstrasi, termasuk protes terhadap ICE. Ia memperingatkan bahwa tindakan menyerang aparat akan dibalas dengan kekuatan setimpal.

“Jika mereka melukai orang-orang kami, mereka akan menerima konsekuensi yang sama atau lebih besar,” pungkasnya.

Tags

Artikel Terkait

Terkini