• Jum'at, 03/04/2026
Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Tilly Birds Rilis Album Berbahasa Inggris Perdana I’ll Remember To Forget You

- Jum'at, 30/01/2026
Tilly Birds Rilis Album Berbahasa Inggris Perdana I’ll Remember To Forget You
band rock alternatif asal Thailand, Tilly Birds

Setelah melalui proses panjang dalam menyempurnakan arah musikal secara tertutup, band rock alternatif asal Thailand, Tilly Birds, akhirnya merilis karya terbaru mereka. Trio ini membuka babak baru dalam perjalanan bermusik lewat album berbahasa Inggris pertama bertajuk I’ll Remember To Forget You.

Album ini diciptakan sebagai upaya Tilly Birds untuk berkomunikasi dengan audiens internasional yang lebih luas melalui bahasa musik yang mudah diakses secara global. Meski demikian, identitas khas band tetap dipertahankan, sembari memungkinkan karya mereka menjangkau pendengar yang lebih jauh dari sebelumnya.

Berisi 13 lagu, I’ll Remember To Forget You dibangun di atas kontradiksi emosional antara keinginan untuk melupakan dan ketidakmampuan untuk benar-benar melepaskan. Album ini mengarungi tema kenangan, hubungan yang retak, serta proses perlahan belajar berdamai dengan kehilangan. Pendengar akan merasakan perkembangan signifikan dalam aspek suara, aransemen, dan penceritaan—dengan kepekaan yang lebih luas tanpa kehilangan kedalaman emosional yang menjadi ciri khas Tilly Birds.

Meski mengusung perspektif yang lebih global, esensi Tilly Birds tetap terasa kuat melalui melodi yang mudah diingat, pembangunan emosi yang bertahap, serta detail produksi yang digarap dengan cermat, memberi karakter unik pada setiap lagu.

Menjelang perilisan album, Tilly Birds lebih dulu memperkenalkan proyek ini melalui sejumlah single, seperti “White Pills,” “Retro-39,” “Never A Waste of Time,” “Heaven” (feat. Ben&Ben), serta “Call It A Day.” Rangkaian lagu tersebut menggambarkan keterbukaan album ini, baik dari sisi suara maupun emosi, dan siap beresonansi dengan pendengar lintas negara.

Sebagai penutup narasi album, Tilly Birds merilis “Shouting Eyes” sebagai fokus single terakhir. Mengusung warna alternatif yang berani namun tetap kontemporer, lagu ini mengeksplorasi dinamika kekuasaan emosional yang tak terucapkan—saat kata-kata menyangkal kebenaran, tetapi sorot mata justru mengungkap segalanya. Lagu ini mempertanyakan siapa yang sebenarnya memegang kendali ketika perasaan tak lagi bisa disembunyikan.

Video musik “Shouting Eyes” disutradarai oleh Jean Khamkwan, menghadirkan penceritaan sinematik berlapis yang membawa penonton menyelami konflik batin para karakter. Ketegangan emosional yang tersirat diterjemahkan ke dalam visual yang kuat dan penuh nuansa psikologis.

Selain “Shouting Eyes,” album ini juga memuat lagu-lagu lain seperti “Dearest Tears,” “Our Happy Place,” “If You Say So” (feat. James Alyn), “Dirty Knees,” “Before The Sun Can Shine,” “Let Me Down In The Morning,” serta lagu utama “I’ll Remember To Forget You.” Setiap lagu menambahkan spektrum emosi yang berbeda, membentuk perjalanan utuh dari kerinduan menuju kebebasan.

I’ll Remember To Forget You bukan sekadar album berbahasa Inggris pertama bagi Tilly Birds. Album ini menjadi ruang terbuka bagi band untuk menjangkau audiens yang lebih luas, menghubungkan pendengar lintas wilayah melalui emosi, kenangan, dan momen refleksi yang universal—layaknya sebuah film yang diceritakan lewat rangkaian suara.

Tags

Artikel Terkait

Terkini