Jakarta — Polres Jakarta Selaran menggelar konferensi pers terkait penemuan jenazah seorang perempuan berinisial LL, yang diketahui merupakan selebgram Lula Lahfah, di Apartemen Kakarta Selatan.
Konferensi pers dipimpin langsung oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budhi Hermanto, didampingi Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, perwakilan Kementerian Kesehatan bidang Farmasi, Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor), serta tim dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.
Dalam pernyataannya, Kombes Pol Budhi Hermanto menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga almarhumah LL. Ia menegaskan bahwa konferensi pers ini digelar untuk meluruskan berbagai informasi yang berkembang di masyarakat agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran maupun luka tambahan bagi pihak keluarga.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhumah. Semoga diberikan ketabahan dan kekuatan. Konferensi pers ini kami lakukan untuk menyampaikan informasi yang faktual dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga publik tidak dikuasai oleh informasi yang simpang siur,” ujar Budhi di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (30/1).
Budhi menekankan, seluruh informasi yang disampaikan kepada publik merupakan hasil temuan fakta dan penjelasan ilmiah yang didukung keahlian masing-masing narasumber, serta berbasis bukti, bukan asumsi.
“Proses pengambilan kesimpulan dilakukan secara komprehensif dan saintifik, dengan tetap menjaga etika, privasi, dan martabat almarhumah serta keluarganya,” tegasnya.
Ia juga mengajak rekan-rekan media untuk membangun simpati dan empati dalam menyampaikan pemberitaan, mengingat peristiwa ini menyangkut duka mendalam bagi keluarga korban.
Untuk memastikan informasi yang diterima publik utuh dan akurat, Polda Metro Jaya menghadirkan unsur kepolisian, tenaga medis, serta instansi terkait yang memberikan keterangan sesuai dengan kompetensi masing-masing.
Dalam kesempatan tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya mempersilakan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan untuk memaparkan secara rinci rangkaian peristiwa, mulai dari penemuan awal jenazah, proses olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi, pengamanan barang bukti, hingga hasil analisis rekaman CCTV.
Konferensi pers ini digelar sebagai bentuk tanggung jawab dan profesionalisme Polri dalam memberikan informasi yang transparan kepada masyarakat, sekaligus menjaga keadilan dan kemanusiaan dalam penanganan perkara.
Artikel Terkait
Film “Yohanna” Angkat Kisah Sumba, Libatkan Talenta Lokal dan Raih Apresiasi Global
Laura Basuki Kenang Syuting “Yohanna”di Sumba Timur: Belajar Banyak dan Sulit Berpisah
Astronot NASA Berbagi Pengalaman Dramatis di Perjalanan Menuju Bulan
Huawei Pura X2 Muncul dari Aksesori Pihak Ketiga