Jakarta — Tiga mewakili member JKT48, Eli, Thresa, dan Indah, tampil memukau saat berkolaborasi dengan Rhoma Irama dalam Konser Raya HUT Indosiar ke-31 yang digelar di Studio Emtek, Jakarta Barat, Sabtu malam (10/1).
Kolaborasi ini menjadi momen spesial bagi ketiganya, mengingat ini merupakan pengalaman pertama mereka tampil satu panggung bersama Raja Dangdut Indonesia. Eli mengaku sejak lama mengenal sosok Rhoma Irama sebagai legenda musik Tanah Air yang kerap ia saksikan melalui layar kaca.
“Pak Haji itu legend. Kami sering lihat beliau di TV, jadi saat akhirnya bisa satu panggung rasanya benar-benar luar biasa,” ujar Eli.
Thresa menambahkan, membawakan musik dangdut bersama Rhoma Irama memberikan pengalaman baru sekaligus tantangan tersendiri bagi mereka yang identik dengan musik pop idol. Meski bukan genre yang biasa mereka bawakan, kolaborasi ini justru membuka ruang belajar yang menyenangkan.
“Ini warna baru buat kami. Dangdut itu berbeda, jadi kami harus belajar musik yang benar-benar baru,” kata Thresa.
Indah juga mengungkapkan bahwa membawakan lagu legendaris seperti “Darah Muda” membutuhkan penyesuaian teknik dan karakter vokal yang berbeda. Namun, tantangan tersebut justru memacu semangat mereka untuk tampil maksimal.
“Buat kami ini challenge yang seru. Bisa kolaborasi dengan Pak Haji adalah pengalaman berharga,” tutur Indah.
Meski sebelumnya belum pernah tampil bersama, ketiganya merasa chemistry di atas panggung terbangun dengan baik. Mereka berharap kolaborasi lintas generasi ini dapat memberikan kesan mendalam bagi penonton.
Menutup pernyataan, Eli, Thresa, dan Indah berharap Indosiar di usia ke-31 tahun dapat terus sukses, menghadirkan hiburan berkualitas, dan semakin bersinar di industri pertelevisian Indonesia.
Artikel Terkait
Netanyahu Klaim Operasi Militer Tekan Iran dan Hezbollah
Pemain Lokal Sumba Timur Warnai Film “Yohanna”, Hadirkan Cerita Autentik dan Pengalaman Perdana Berakting
Film “Yohanna” Angkat Kisah Sumba, Libatkan Talenta Lokal dan Raih Apresiasi Global
Laura Basuki Kenang Syuting “Yohanna”di Sumba Timur: Belajar Banyak dan Sulit Berpisah