Jakarta, 23 November 2025 — Suasana haru, hangat, sekaligus penuh optimisme mewarnai hari bahagia Fahmi Bo dan mantan istrinya, Nita Anita, yang resmi kembali rujuk. Kehadiran Raffi Ahmad lewat video call menjadi salah satu momen paling menyentuh, memberi semangat dan energi baru bagi Fahmi yang masih dalam masa pemulihan.
Acara sederhana namun sarat makna itu mempertemukan kembali dua hati yang sempat berpisah, kini mencoba membuka lembaran baru dengan saling memahami, saling menjaga, dan memupuk kembali harapan keluarga yang sempat runtuh.
Raffi Ahmad video call: “Semangat terus, Bang Fahmi!”
Dalam momen rujuk tersebut, Raffi Ahmad menghubungi Fahmi Bo secara langsung. Kehadiran Raffi bukan hanya disambut hangat, tetapi juga memantik semangat baru bagi Fahmi yang masih menjalani pemulihan fisik.
“Aku kasih kado deh, kado pernikahan. Tapi nanti aku kasih langsung kalau udah balik Jakarta ya,”ujar Raffi lewat video call.
Fahmi berkali-kali mengucap syukur dan terima kasih. Baginya, perhatian Raffi adalah kado tersendiri.
“Semangat, Om. Aku tambah semangat lagi,” kata Fahmi sambil tersenyum.
Raffi yang saat itu sedang berada di Manado tak lupa mendoakan agar kesehatan Fahmi membaik.
“Sampai ketemu di Jakarta ya. Yang penting semangat sembuh dulu,” tambahnya.
Momen itu sontak membuat suasana semakin cair. Bahkan salah satu wartawan sempat bercanda meminta kado juga, membuat Raffi dan Fahmi tertawa lepas.
Dalam sesi wawancara, terungkap bahwa mas kawin yang diberikan adalah 2,1 gram emas, yang diserahkan langsung kepada Nita.
Nita yang kini kembali menjadi istri Fahmi menjelaskan bahwa mereka sementara tinggal di tempat lama sembari mencari kontrakan baru.
“Cari yang dua kamar, karena saya ada anak kecil yang masih nempel. Jadi kita tinggal bertiga dulu,” jelasnya.
Keduanya berharap segera mendapatkan tempat baru untuk memulai hidup baru dengan tenang.
Fahmi Bo mengungkap bahwa fokus utamanya kini adalah pemulihan kesehatan. Setelah menjalani operasi batu empedu dan pengobatan tiroid, kondisinya menunjukkan kemajuan signifikan.
“Sekarang sudah bisa duduk, kadang bisa tidur sendiri, bangun sendiri. Itu sudah alhamdulillah,”tuturnya.
Namun ia mengakui masih sulit berdiri dan berjalan, sehingga fisioterapi intensif masih terus dijalani.
“Tinggal kakinya aja yang masih butuh terapi. Lagi belajar berdiri,” jelasnya.
Raffi Ahmad pun sebelumnya membantu biaya pengobatan Fahmi, yang membuat Fahmi kembali menekankan rasa terima kasihnya.
“Kesehatan, kesembuhan, biaya pengobatan… itu aja udah kado paling spesial dari Raffi,” kata Fahmi dengan mata berbinar.
Nita kini memilih fokus penuh mengurus Fahmi.
“Sementara ini jadi ibu rumah tangga dulu. Fokus kesehatan. Kerjaan nanti kalau ada rezekinya,”ujar Nita.
Sebelumnya ia bekerja membantu temannya menjaga anak. Namun keputusan untuk berhenti bekerja ia ambil demi menemani Fahmi melalui masa pemulihan.
Salah satu bagian paling menyentuh adalah pesan dari anak-anak mereka, terutama anak bungsu yang lebih emosional.
“Jangan ribut besar lagi sama Ibu. Jangan ulangi masalah dulu,” kata Nita menyampaikan pesan anaknya.
Fahmi mengangguk penuh kesadaran.
“Anak cuma minta jangan ada ribut besar-besaran, jangan kabur-kaburan lagi. Masalah kecil pun harus dibicarakan baik-baik,” ujarnya.
Fahmi mengaku sempat grogi saat ijab berlangsung.
“Aku suka gagap. Tadi sempat blank dikit,” ujarnya sambil tertawa.
Namun proses berjalan lancar, dan semua yang hadir merasa lega serta haru.
Nita menutup wawancara dengan penuh syukur.
“Terima kasih buat doanya semuanya.”
Rujuknya Fahmi Bo dan Nita Anita bukan sekadar pengulangan cerita lama, melainkan awal perjalanan baru yang dipenuhi tekad memperbaiki masa depan.
Dukungan keluarga, anak-anak, dan sederet teman termasuk Raffi Ahmad menjadi energi tambahan bagi Fahmi untuk bangkit.
Keduanya kini melangkah lagi sebagai suami-istri dengan sederhana, saling menguatkan, dan membangun kembali rumah yang pernah runtuh — perlahan, tapi pasti.
Artikel Terkait
Netanyahu Klaim Operasi Militer Tekan Iran dan Hezbollah
Pemain Lokal Sumba Timur Warnai Film “Yohanna”, Hadirkan Cerita Autentik dan Pengalaman Perdana Berakting
Film “Yohanna” Angkat Kisah Sumba, Libatkan Talenta Lokal dan Raih Apresiasi Global
Laura Basuki Kenang Syuting “Yohanna”di Sumba Timur: Belajar Banyak dan Sulit Berpisah