Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat, Richard “Dick” Cheney, meninggal dunia pada 3 November 2025 di usia 84 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh pihak keluarga. Cheney meninggal akibat komplikasi pneumonia serta penyakit jantung dan pembuluh darah.
Dalam pernyataan resmi yang dibagikan kepada NBC News, keluarga menyebut Cheney meninggal dengan tenang, didampingi oleh istri tercinta Lynne Cheney, dua putrinya Liz dan Mary, serta keluarga terdekat. “Dick Cheney adalah pria yang hebat dan baik, yang mengajarkan anak dan cucunya untuk mencintai negeri ini, hidup dengan keberanian, kehormatan, kasih, dan kebaikan — serta mencintai memancing,” tulis keluarga dalam pernyataan itu.
Cheney dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam politik Amerika. Ia menjabat sebagai Wakil Presiden Amerika Serikat selama dua periode (2001–2009) di bawah pemerintahan Presiden George W. Bush, serta pernah enam kali terpilih sebagai anggota DPR AS.
Sebelum menjadi wapres, Cheney menjabat sebagai Menteri Pertahanan (1989–1993) di era Presiden George H. W. Bush, di mana ia memimpin militer AS dalam Perang Teluk Persia. Ia kemudian memainkan peran penting dalam kebijakan luar negeri dan keamanan nasional selama invasi AS ke Irak dan Afghanistan pasca tragedi 11 September.
Cheney yang berasal dari Nebraska juga dikenal sebagai sosok tangguh dalam menghadapi masalah kesehatan. Ia selamat dari lima serangan jantung antara tahun 1978 hingga 2010, sempat memakai alat pacu jantung sejak 2001, dan akhirnya menjalani transplantasi jantung pada 2012.
Kepergian Dick Cheney menandai berakhirnya bab penting dalam sejarah politik modern Amerika Serikat — sosok yang selama puluhan tahun berada di jantung kekuasaan Washington dan meninggalkan warisan yang akan terus dikenang.
Artikel Terkait
TNI AL Resmikan Jembatan di Sarmi Papua, Perkuat Akses dan Konektivitas Wilayah Pesisir
Top 12 AKSI 2026 Dimulai, Habibi (Aceh) Raih Nilai Tertinggi di Kloter 1 Gua Hira
PM Xanana Serahkan Patung Bunda Maria Fatima dan Salib untuk Kapela Ave Maria Fleixa di Ainaro
Rusia Disebut Bantu Iran dalam Konflik dengan AS, Senator AS Dorong Sanksi Baru