Jakarta – Aktor Chicco Jerikho kembali ke layar lebar lewat film terbaru berjudul “OZORA”, garapan sutradara Anggy Umbara dan Bounty Umbara. Film yang diangkat dari kisah nyata penganiayaan brutal terhadap remaja David Ozora ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 4 Desember 2025.
Dalam film ini, Chicco berperan sebagai Jonathan Bunjo, ayah dari David Ozora. Ia mengaku peran tersebut menjadi salah satu yang paling menantang sepanjang kariernya, bukan hanya karena berat secara emosional, tetapi juga karena kisahnya masih sangat dekat dengan publik.
“Di sini gue berperan sebagai Jonathan Bunjo, bapaknya David Ozora. Ini kisah nyata yang dulu sempat ramai banget, dan sampai sekarang pun masih terasa banget dampaknya,” ujar Chicco saat ditemui di acara peluncuran trailer dan poster film “OZORA” di XXI Kemang Village, Jakarta Selatan, Rabu (22/10).
Chicco mengungkapkan bahwa untuk mendalami peran ini, ia melakukan pertemuan intens dengan sosok asli Jonathan Bunjo selama hampir sebulan penuh.
“Kita lumayan intens ngobrol, karena aku ingin tahu langsung apa yang beliau rasakan waktu itu—bagaimana menunggu anaknya pulih di rumah sakit, rasa takut, pasrah, dan harapan yang naik turun setiap hari,” ungkapnya. “Sebagai sesama ayah, aku enggak bisa bayangin kalau harus ngalamin hal seperti itu.”
Aktor 39 tahun itu juga bercerita bahwa ia sempat merasakan beban emosional berat saat menjalani proses syuting.
“Setiap peran pasti membawa pelajaran. Tapi kali ini rasanya beda. Begitu dalam, karena ini kisah nyata dan penuh penderitaan. Selesai syuting pun masih kebawa sedihnya, masih ngerasa berat,” kata Chicco.
Selain mendalami karakter secara emosional, Chicco juga memperhatikan detail fisik dan gesture untuk menyerupai sosok Jonathan. Namun, ia menegaskan bahwa inti perannya bukan pada penampilan luar, melainkan pada jiwa dan keteguhan seorang ayah.
“Aku coba pahami bagaimana caranya dia bisa tetap tegar, tetap waras, di tengah rasa takut kehilangan anak. Itu luar biasa,” tambahnya.
Chicco juga menyoroti fenomena bullying yang menjadi akar dari kisah tragis ini. Menurutnya, kekerasan di kalangan muda sudah semakin mengkhawatirkan dan perlu segera dihentikan.
“Miris banget ngelihat anak-anak zaman sekarang sampai main fisik begitu. Semua hal bisa dibicarakan baik-baik tanpa harus mencederai. Enggak ada yang menang dalam kekerasan,” tegasnya.
Film “OZORA” disebut akan menjadi salah satu film paling emosional di akhir tahun, karena tidak hanya menampilkan tragedi, tetapi juga menggambarkan kekuatan keluarga dan keajaiban pemulihan.
“Film ini bukan cuma soal luka, tapi juga soal harapan. Tentang bagaimana cinta seorang ayah bisa jadi doa yang menyelamatkan,” tutup Chicco.
Artikel Terkait
Roberto Cavalli Tampilkan Kemewahan Tropis dalam Koleksi Spring/Summer 2026 di Milan Fashion Week
“Scary Movie 6” Siap Hadirkan Parodi Horor Penuh Komedi dan Kontroversi
Tarian Zaouli dan Musik Tribal House Berpadu dalam Video AI Bertajuk In the Starlight
Brandi Glanville Ungkap Momen Canggung Saat Menyadari Putranya Tak Lagi Perjaka