Ponorogo – Ariel bersama NOAH kembali menghadirkan pengalaman musik yang berbeda dalam program NOAH SIDE/B. Pada episode ke-7, band asal Bandung itu memilih Watu Semaur, sebuah situs alam bersejarah di Desa Selur, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, sebagai panggung alami untuk membawakan lagu legendaris “Sally Sendiri”.
Watu Semaur sendiri dikenal sebagai tebing batu besar yang menjulang bak tembok raksasa dari perut bumi. Lokasi ini tak hanya indah untuk wall climbing atau camping, tapi juga sarat mitos. Konon, dahulu sepasang calon pengantin yang melintasi hutan keramat di kawasan ini berakhir tragis—sang suami dipercaya berubah menjadi Watu Kodok, sementara sang istri menjadi Watu Semaur. Karena itu, masyarakat sekitar menganggap batu ini sakral, kerap digunakan sebagai tempat semedi dan berdoa.
Membawakan “Sally Sendiri” di tempat penuh legenda ini memberi nuansa magis tersendiri. Dengan latar tebing megah dan suasana senja, suara khas Ariel berpadu dengan gema alam Watu Semaur, seolah menghidupkan kembali makna dari lagu yang bercerita tentang kesepian dan penantian tak berujung.
Dalam bahasa Jawa, Watu Semaur berarti “Batu yang Menjawab”. Nama ini terasa relevan dengan lantunan lirik “Sally kau selalu sendiri, sampai kapanpun sendiri…” yang bergema seakan batu itu sendiri memberi jawaban.
Episode ini menjadi bukti konsistensi NOAH dalam mengeksplorasi musik dengan balutan kisah budaya dan alam Nusantara. Tak sekadar konser, namun juga pengalaman mendalam yang memadukan harmoni musik dengan kearifan lokal.
Artikel Terkait
Presiden AS Donald Trump Sampaikan Pesan Paskah, Soroti Makna Kebangkitan dan Harapan
Jajang C. Noer Protes Peran Cameo di Film Yohanna, Singgung Pesan Kasih dalam Cerita
Laura Basuki Ungkap Tantangan dan Makna Spiritual di Film Yohanna
Shiloh Jolie Curi Perhatian Lewat Cameo di Teaser Video Musik K-Pop