Pemandangan menakjubkan kembali terjadi di Sungai Amazon. Ribuan induk kura-kura raksasa air tawar berkumpul di tepi sungai untuk melakukan ritual tahunan: bertelur. Peristiwa ini disebut sebagai kawanan penetasan kura-kura terbesar di dunia, dengan lebih dari 2 juta tukik berhasil menetas tahun ini.
Ritual dimulai ketika betina memilih waktu yang tepat untuk menggali sarang di pasir kering yang terpapar matahari. Masing-masing kura-kura dapat mengubur hampir 100 butir telur sedalam satu meter di bawah permukaan. Namun, keberhasilan menetasnya tukik sangat ditentukan oleh cuaca. Bila hujan datang terlalu cepat, banjir dapat merendam sarang dan membunuh ribuan calon tukik.
Tahun ini, hujan tiba lebih awal. Beberapa sarang sempat tergenang, namun banyak induk kura-kura berhasil memperhitungkan waktunya dengan tepat. Setelah enam minggu terpendam di pasir panas, tukik mulai menetas. Selama tiga hari pertama, mereka menyerap cadangan kuning telur sebelum akhirnya berhasil menembus permukaan dan melihat cahaya matahari untuk pertama kalinya.
Yang menarik, para ilmuwan menemukan bahwa induk kura-kura yang menunggu di perairan dekat pantai tampak “memanggil” tukiknya. Suara tersebut diyakini menjadi panduan alami agar anak-anak mereka menemukan jalan menuju air dan bergabung dengan kawanan.
Fenomena tahunan ini bukan hanya spektakuler, tetapi juga penting bagi kelangsungan spesies Podocnemis expansa, kura-kura raksasa sungai Amazon yang statusnya rentan akibat perburuan dan perubahan iklim. Dengan kondisi aliran sungai yang stabil, jutaan tukik ini mendapatkan peluang hidup lebih baik untuk menjadi generasi penerus di sungai terbesar dunia.
Artikel Terkait
Netanyahu Klaim Operasi Militer Tekan Iran dan Hezbollah
Pemain Lokal Sumba Timur Warnai Film “Yohanna”, Hadirkan Cerita Autentik dan Pengalaman Perdana Berakting
Film “Yohanna” Angkat Kisah Sumba, Libatkan Talenta Lokal dan Raih Apresiasi Global
Laura Basuki Kenang Syuting “Yohanna”di Sumba Timur: Belajar Banyak dan Sulit Berpisah