Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Ajang Jegeg Bagus Bali 2025 Tampilkan Generasi Muda dengan Visi Pariwisata dan Budaya Berkelanjutan

- Jum'at, 22/08/2025
Ajang Jegeg Bagus Bali 2025 Tampilkan Generasi Muda dengan Visi Pariwisata dan Budaya Berkelanjutan
Ajang Jegeg Bagus Bali 2025

Denpasar – Ajang Jegeg Bagus Bali 2025 kembali digelar dengan menghadirkan enam finalis terbaik kategori Jegeg dan Bagus. Dalam sesi tanya-jawab yang berlangsung penuh antusiasme, para finalis ditantang oleh dewan juri dengan pertanyaan seputar pariwisata, budaya, lingkungan, hingga isu kesehatan mental di Bali.

Pertanyaan pertama yang dilontarkan Psikolog Wangsa Ayuvi Dialoka menyinggung kesadaran masyarakat menjaga kebersihan dan keramahan wisata. Jegeg Iyanyar menegaskan bahwa Bali memiliki tiga hal utama yang membuatnya dikenal dunia: hati, warisan, dan keramahtamahan orang Bali. “Warisan adalah kunci menjaga lingkungan dan pariwisata Bali,” tegasnya.

Sementara itu, Jegeg Jembrana mendapat pertanyaan tentang tantangan terbesar dalam melestarikan budaya. Ia menyoroti kurangnya minat generasi muda dalam menjaga tradisi, dan menawarkan solusi melalui gerakan advokasi sampah desa: “Sandi, Sampah di Desa, Tuntas di Desa.”

Jegeg Badung kemudian menegaskan pentingnya kebersihan sebagai wajah pariwisata Bali. “Kebersihan adalah representasi siapa kita ingin dilihat dan bagaimana orang memandang Bali,” ucapnya tegas.

Isu lingkungan juga muncul lewat pertanyaan tentang fast fashion kepada Jegeg Buleleng. Ia menjawab dengan mengangkat kembali penggunaan kain tradisional Bali seperti endek dan tenun ikat, sembari mendorong peran UMKM lokal. “Sederhana, bermakna, tetapi juga indah,” ungkapnya.

Isu paling serius muncul saat Jegeg Taubanan diminta menjawab soal kesehatan mental di Bali yang tercatat memiliki angka bunuh diri tertinggi di Indonesia. Ia menekankan filosofi Tri Hita Karana sebagai landasan harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan. “Kita tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain. Apa yang tertakar tidak akan tertukar,” ucapnya penuh keyakinan.

Acara dilanjutkan ke kategori Bagus, yang tak kalah menegangkan. Para finalis diuji dengan pertanyaan seputar peran generasi muda dalam menjaga citra Bali di mata dunia.

Ajang Jegeg Bagus Bali tidak hanya menampilkan paras cantik dan tampan, tetapi juga menggali wawasan, kepedulian, dan strategi generasi muda dalam menjawab tantangan zaman. Melalui forum ini, diharapkan muncul duta-duta muda Bali yang mampu membawa semangat baru untuk pariwisata, budaya, lingkungan, hingga kesehatan mental.

Tags

Artikel Terkait

Terkini