Harga Tiket Pesawat Domestik Naik hingga 13 Persen, Dampak Lonjakan AFTUR Akibat Gejolak Timur Tengah Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

caldera Rilis Single Terbaru `Rabun` dengan Nuansa Bossa Nova yang Mendayu

- Jum'at, 30/08/2024
caldera Rilis Single Terbaru `Rabun` dengan Nuansa Bossa Nova yang Mendayu
Dok Kevin

Setelah mencuri perhatian pecinta musik Indonesia melalui cover lagu *"Rindu Lukisan"* karya Ismail Marzuki yang ditampilkan dalam seri Netflix *Gadis Kretek*, penyanyi dan penulis lagu caldera kembali hadir dengan karya terbarunya. Pada hari ini, caldera merilis single terbaru berjudul "Rabun", yang mengisahkan tentang cinta yang mampu memburamkan segala ruang emosi.

Ditulis oleh caldera bersama Heston Prasetyo yang juga bertindak sebagai produser, *"Rabun"* mengajak para pendengar untuk menyelami pemikiran seorang wanita yang rela menyerahkan dirinya kepada pria istimewa. Meski pria tersebut memiliki perasaan yang sama, ia enggan melangkah maju, membuat wanita ini terus berharap hingga akhirnya tak mampu berpikir dengan jernih. Pada akhirnya, wanita tersebut memutuskan untuk meninggalkan kisah cinta itu dan melanjutkan hidupnya demi menggapai impian lain.

Single "Rabun" diambil dari EP pertama caldera yang berjudul *‘Rona Merah Pipi Tak Selalu Berarti Tersipu’* yang akan segera dirilis tahun ini. Dengan nuansa musik bossa nova yang mendayu dan penampilan vokal caldera yang menghanyutkan, lagu ini terinspirasi dari kisah nyata sahabatnya sendiri.

“Suatu hari, sahabatku mengatakan bahwa ia sudah cukup untuk menunggu,” ungkap caldera tentang inspirasi di balik lagu terbarunya. “Kali ini ia ingin bergegas maju dan meninggalkan perasaan yang tertinggal, yang pernah dititipkan kepada seseorang yang ternyata belum siap menampung perasaan dan kasih sayang dari orang lain. Sahabatku mengatakan bahwa melepaskan mungkin bisa jadi melegakan,” tambahnya.

“Lagu *`Rabun`* yang kutulis adalah bentuk lain dari cerita yang kuambil dari proses sahabatku menemukan jawaban dari pertanyaannya, yang ternyata selama ini ada di dalam dirinya sendiri,” tutup caldera.

“Rabun”menjadi karya pertama caldera di tahun 2024, melanjutkan perjalanan musiknya yang berwarna sepanjang 2023. Tahun lalu, caldera memulai kiprahnya dengan berkolaborasi bersama band Sore di lagu *"Hayya The Great"* dalam album *‘Quo Vadis, SORE?’* yang dirilis pada Februari 2023. Kemudian, ia menggandeng Bilal Indrajaya di single *"Semestinya"*, yang dirilis pada Mei 2023. Namanya semakin dikenal lewat lagu *"Rindu Lukisan"* versi caldera yang dibawakan bersama Rei Naldy, yang telah meraih lebih dari 1,2 juta stream di Spotify sejak dirilis.

caldera, nama panggung dari Mutia Deviana, tumbuh dalam keluarga yang mencintai musik. Terinspirasi oleh musisi legendaris seperti Ermy Kullit dan Sam Saimun, Mutia membentuk musikalitasnya dengan alunan melodi penuh nostalgia. Nama panggungnya, caldera, menggambarkan keindahan yang lahir dari kehancuran besar, seperti ruang yang terbentuk setelah dapur magma mengosongkan dirinya setelah sebuah erupsi yang kuat. Melalui musiknya yang mendayu dan vokal selembut satin, Mutia mengajak pendengarnya untuk memeluk semua emosi, baik yang manis maupun pahit.

Tags

Artikel Terkait

Terkini