Erwin Cortez, aktor utama dalam sinetron “Di Antara Dua Cinta*, telah berhasil memikat hati penonton dengan perannya sebagai Romi. Dalam lebih dari 200 episode, Erwin dikenal sebagai aktor yang disiplin dan profesional. “Dia tidak pernah telat satu kali pun. Kalau telat 10 menit saja, dia langsung minta maaf,” ujar salah satu anggota tim produksi. Dedikasi Erwin terhadap perannya membuatnya menjadi salah satu pemain paling menyenangkan untuk diajak bekerja sama.
Karakter Romi sendiri telah mengalami perkembangan yang signifikan sepanjang seri ini. “Romi sudah mengalami banyak perkembangan karakter. Makin ke sini, ada sedikit bumbu-bumbu komedi yang ditambahkan, membuat cerita semakin seru,” kata Erwin. Kehadiran elemen komedi ini memberikan warna baru dalam sinetron, memberikan momen ringan di tengah ketegangan cerita.
“Kami menambahkan sedikit komedi agar ketegangan dan kesedihan dalam cerita bisa seimbang. Sedikit humor membuat penonton bisa tertawa dan merasa lebih santai,” tambah Erwin. Hal ini membuat “Di Antara Dua Cinta”tidak hanya menarik secara emosional, tetapi juga menghibur bagi penonton.
Erwin juga mengungkapkan rasa bangganya bisa beradu akting dengan Raya, lawan mainnya yang selalu bisa memahami dan mendukungnya di setiap adegan. “Raya itu 10 dari 10 sebagai lawan main. Saya pasti ingin bekerja sama dengan dia lagi di proyek selanjutnya,” kata Erwin.
Meskipun perannya sebagai Romi seringkali menjadi antagonis, Erwin mengaku tidak pernah mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari masyarakat. “Sejahat-jahatnya saya bermain, surprisingly, kemana pun saya pergi, masyarakat selalu welcome dan baik-baik saja dengan saya,” ungkapnya.
Reaksi positif dari masyarakat dan dukungan yang diberikan kepada Erwin serta tim “Di Antara Dua Cinta”membuktikan bahwa sinetron ini tidak hanya sukses dari segi cerita, tetapi juga mampu menyentuh hati penonton. Dengan kombinasi drama, komedi, dan karakter yang kuat, sinetron ini terus menjadi favorit banyak orang.
Artikel Terkait
Erwin Cortez: Di Antara Dua Cinta, Karakter Romi, dan Komedi yang Memikat Penonton