Jakarta- Musisi sekaligus aktivis kemanusiaan Chiki Fawzi menyampaikan pandangan kritis terkait perjalanan misi kemanusiaan menuju Gaza. Dalam keterangannya, ia menyoroti berbagai intersep yang dialami rombongan selama perjalanan laut menuju wilayah konflik tersebut.
“Dipakai siapa aja kecuali untuk menculik manusia, human trafficking dan kelakuan-kelakuan kejahatan lainnya. Tapi kenapa pengiriman alat-alat untuk menggedosida bebas terjadi di sana?” ujar Chiki saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu, 24 Mei 2026.
Ia juga mempertanyakan minimnya sanksi terhadap berbagai aksi penghadangan dan penculikan aktivis kemanusiaan yang terjadi di jalur pelayaran menuju Gaza.
“Kenapa penculikan-penculikan para aktivis budaya yang berlayar di sana dibiarkan dan tidak ada sanksi yang nyata? Jadi itu harus dipertanyakan,” lanjut putri dari rocker Ikang Fawzi.
Menurut Chiki, perjalanan dari Italia menuju Turki sempat mengalami intersep cukup lama di wilayah perairan Yunani. Ia mengungkapkan bahwa rombongan kembali dicegat ketika tujuan akhir pelayaran mengarah ke Gaza.
“Perjuangan ini masih panjang,” kata Chiki menegaskan.
Dalam pernyataannya, Chiki juga menyoroti perubahan dukungan global terhadap Palestina yang disebutnya semakin luas. Ia mengatakan banyak masyarakat dunia dari berbagai latar belakang kini semakin terbuka menyuarakan solidaritas.
“Sekarang global society itu kebanyakan white people yang ngebelain Palestina dan mereka juga bersama kita yang muslim dan colored people,” ujarnya.
Meski menghadapi situasi menegangkan selama perjalanan, Chiki mengaku bersyukur dapat kembali ke Indonesia dengan selamat dan berkumpul bersama keluarga.
“Alhamdulillah pulang dengan selamat, ada keluarga tersayang yang menanti,” ucapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa keluarga sempat merasa khawatir dan menentang keberangkatannya di awal, namun komunikasi terus dilakukan untuk menjelaskan alasan keterlibatannya dalam misi tersebut.