GENUA – Duel panas dua kekuatan voli putri Eropa tersaji dalam turnamen persahabatan di Genua saat Italia menghadapi Turki dalam laga penuh eksperimen taktik dan adu strategi. Pelatih Italia, Julio Velasco, sukses mencuri hasil positif setelah membawa Gli Azzurre merebut set pertama dengan skor ketat 25-23 melalui pendekatan permainan yang berbeda dari biasanya.
Sorotan utama pertandingan tertuju pada keputusan Velasco menempatkan Ekaterina Antropowa di posisi outside hitter sekaligus receiver. Perubahan peran tersebut menjadi eksperimen besar mengingat Antropowa selama ini dikenal sebagai opposite hitter dengan kekuatan serangan eksplosif.
Meski sempat kesulitan menghadapi tekanan servis agresif Turki di awal laga, Antropowa perlahan menemukan ritme permainan. Kehadirannya di lini belakang justru memberi Italia variasi serangan baru yang lebih dinamis, terutama lewat serangan bola tinggi dari posisi belakang yang beberapa kali menghasilkan poin penting.
Turki yang tampil tanpa Melissa Vargas dan Ebrar Karakurt tetap menunjukkan kualitas permainan solid. Pelatih Daniele Santarelli mempertahankan struktur permainan stabil dengan mengandalkan Yaprak Erkek, Defne Başyolcu, serta Ilkin Aydin sebagai motor serangan utama.
Pada awal set pertama, Turki tampil lebih agresif dan sempat mengontrol permainan lewat kombinasi servis tajam dan pertahanan rapat. Ilkin Aydin beberapa kali berhasil membongkar pertahanan Italia melalui serangan cepat dari sisi kiri
Namun Italia perlahan bangkit melalui distribusi bola cerdas dari setter Carlotta Cambi. Variasi quick attack yang melibatkan Denise Meli dan Linda Manfredini sukses memecah fokus blok pertahanan Turki.
Memasuki fase akhir set, pertandingan berubah menjadi duel poin ketat:
Italia unggul 20-17 setelah Stella Nervini tampil efektif lewat pukulan garis lurus dan placement tajam.
Turki sempat menekan saat Defne Başyolcu menggagalkan dua peluang set point Italia.
Momentum akhirnya berpihak kepada Italia ketika pemain pengganti Merritt Adigwun menuntaskan serangan bola tinggi untuk memastikan kemenangan set pertama 25-23.
Keputusan Velasco melakukan timeout dan rotasi cepat di momen krusial terbukti menjadi pembeda. Pergantian pemain yang tepat membuat tempo permainan Italia kembali stabil saat Turki mulai menemukan momentum kebangkitan.
Pertandingan ini juga menjadi gambaran awal arah baru permainan Italia jelang Volleyball Nations League 2026. Eksperimen posisi Antropowa dinilai masih membutuhkan adaptasi, terutama dalam aspek receive dan transisi bertahan, namun potensi ofensif yang dihasilkan memberi dimensi baru bagi permainan Gli Azzurre.
Memasuki set kedua, Turki langsung merespons dengan intensitas lebih tinggi dan sempat melesat unggul 8-3. Situasi itu memaksa Velasco kembali melakukan perubahan cepat dengan memasukkan Francesca Scola dan Alice Degradi demi menjaga keseimbangan permainan Italia.