Botswana — Hari pertama World Athletics Relays 2026 langsung menyajikan drama, rekor dunia, dan kejutan besar dalam berbagai nomor estafet, termasuk debut nomor mixed 4x100 meter yang memukau penonton di stadion nasional Gaborone.
Pada lomba pembuka mixed 4x100 meter, tim Kanada tampil luar biasa. Meski sempat melakukan pergantian tongkat yang kurang mulus, mereka tetap melesat dan finis terdepan dengan catatan waktu 40,07 detik—sekaligus memecahkan rekor dunia perdana di nomor ini. Jerman menyusul di posisi kedua dengan 40,15 detik, memastikan tiket ke final dan Kejuaraan Dunia di Beijing.
Namun euforia itu tak bertahan lama. Hanya berselang kurang dari satu jam, Jamaika tampil lebih eksplosif. Dengan performa dominan, mereka mencatatkan waktu 39,99 detik—menjadi tim pertama yang menembus batas 40 detik di mixed 4x100 meter dan kembali memecahkan rekor dunia. Inggris finis kedua dan ikut lolos ke final.
Di heat lainnya, Amerika Serikat menunjukkan konsistensi dengan kemenangan di heat kedua (40,36 detik), mengungguli Spanyol. Sementara itu, Polandia dan Prancis harus menunggu peluang lolos melalui catatan waktu.
Tak hanya di nomor sprint pendek, persaingan sengit juga terjadi di mixed 4x400 meter. Amerika Serikat dan Spanyol berhasil mengamankan posisi teratas di heat pertama, sementara Jamaika kembali tampil dominan di heat berikutnya. Polandia mencuri perhatian dengan finis kedua setelah duel ketat melawan Nigeria.
Heat penentuan menghadirkan kejutan ketika Inggris Raya mencatat waktu terbaik musim ini, diikuti Kenya yang menorehkan rekor Afrika. Italia lolos melalui jalur waktu, menyingkirkan tim-tim kuat lainnya.
Di nomor estafet 4x100 meter putra, tuan rumah Botswana menciptakan sejarah. Didukung penuh publik sendiri, mereka finis kedua di belakang Amerika Serikat dengan rekor nasional 37,96 detik—mengamankan tiket pertama mereka ke Kejuaraan Dunia. Suasana stadion pun berubah menjadi lautan euforia.
Sementara itu, Kanada tampil solid di heat lain dan memastikan lolos bersama Jerman, sedangkan juara bertahan Afrika Selatan juga melaju mulus usai memenangi heat terakhir.
Drama juga mewarnai nomor putri 4x100 meter. Jamaika tetap menjadi kekuatan utama meski sempat mengalami kesalahan pergantian tongkat, sementara beberapa tim besar seperti Prancis dan Nigeria gagal finis akibat kesalahan teknis.
Hari pertama ditutup dengan berbagai hasil mengejutkan di nomor 4x400 meter, termasuk kemenangan Australia atas Botswana di nomor putra, meski tim tuan rumah hampir saja menang sebelum kesalahan di pergantian terakhir.
Dengan banyaknya rekor, kesalahan dramatis, dan persaingan ketat, World Athletics Relays 2026 dipastikan akan berlanjut dengan tensi tinggi menuju babak final.