Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Pizzini Juara Dramatis Loncat Indah 3 Meter, Pellacani Tumbang di Lompatan Terakhir

Jum'at, 01/05/2026
 Pizzini Juara Dramatis Loncat Indah 3 Meter, Pellacani Tumbang di Lompatan Terakhir
Final nomor loncat indah papan 3 meter putri

TORINO – Final nomor loncat indah papan 3 meter putri menghadirkan drama hingga detik terakhir. Duel sengit antara Elisa Pizzini dan Chiara Pellacani berakhir mengejutkan, setelah Pizzini sukses merebut gelar juara nasional lewat lompatan penutup yang solid.

Sejak awal kompetisi, sepuluh atlet tampil dengan lima lompatan sesuai tradisi nomor putri. Nama-nama muda seperti Sofia Conte, Viola Bellato, hingga Francesca Alloni turut meramaikan persaingan, namun fokus utama tertuju pada duel dua unggulan: Pizzini dan Pellacani.

Pada rotasi pertama, Pizzini langsung menunjukkan performa impresif lewat lompatan double back somersault piked yang bersih, sementara Pellacani juga tampil stabil meski sedikit kurang maksimal di fase akhir. Selisih poin tipis membuat persaingan tetap terbuka.

Memasuki rotasi kedua dan ketiga, Pellacani sempat mengambil alih puncak klasemen. Tekniknya yang rapi, kecepatan rotasi, serta konsistensi di papan membuatnya unggul lebih dari 10 poin atas Pizzini. Bahkan hingga menjelang lompatan terakhir, Pellacani masih difavoritkan untuk meraih emas.

Namun momentum berubah drastis di penutup. Pizzini tampil percaya diri dengan reverse 2.5 somersault piked dan berhasil mencatat skor tinggi 320,20 poin secara keseluruhan. Sebaliknya, Pellacani melakukan sedikit kesalahan pada lompatan terakhirnya—sebuah inward 2.5 somersault piked—yang hanya menghasilkan 54 poin, tidak cukup untuk mempertahankan keunggulan.

Hasil akhir pun memastikan Pizzini keluar sebagai juara, mempertahankan gelar yang sebelumnya ia raih, sekaligus mencatat peningkatan signifikan dari tahun lalu. Pellacani harus puas di posisi kedua, sementara peringkat ketiga diraih atlet Belanda, Ona Abema.

“Ini bukan hanya soal posisi, tapi juga skor terbaik saya musim ini,” ujar Pizzini usai lomba. Ia juga mengakui rivalitas dengan Pellacani menjadi motivasi besar untuk terus berkembang.

Kemenangan ini semakin menegaskan kebangkitan Pizzini di panggung nasional, sekaligus membuka persaingan baru menuju ajang internasional berikutnya, termasuk Kejuaraan Eropa yang sudah di depan mata.

Tags

Terkini