Harga Tiket Pesawat Domestik Naik hingga 13 Persen, Dampak Lonjakan AFTUR Akibat Gejolak Timur Tengah Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Prabowo Tekankan Ketahanan Energi dan Persatuan Nasional dalam Rapat Kerja Kabinet

Rabu, 08/04/2026
 Prabowo Tekankan Ketahanan Energi dan Persatuan Nasional dalam Rapat Kerja Kabinet
Prabowo Subianto ( Biro Sekpres )

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya ketahanan energi, persatuan nasional, serta kerja cepat dan terintegrasi dalam menghadapi ketidakpastian global. Hal itu disampaikan dalam rapat kerja bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Rabu (8/4/2026).

Dalam arahannya, Prabowo menyebut Indonesia telah mencatat berbagai capaian nyata selama satu setengah tahun masa pemerintahannya sejak Oktober 2024. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi krisis global yang ditandai konflik geopolitik, gangguan energi, serta ketidakstabilan ekonomi.

“Di tengah ketidakpastian dunia, kita bersyukur Indonesia berada dalam kondisi yang relatif aman dan mampu mengendalikan arah pembangunan,” ujar Prabowo.

Ia menyoroti tiga isu krusial global yang juga menjadi perhatian United Nations, yakni krisis pangan, energi, dan air. Menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan sumber daya, terutama dalam hal ketersediaan air dan potensi energi domestik.

Subsidi BBM untuk Rakyat, Energi Nasional Diperkuat

Presiden memastikan subsidi bahan bakar minyak (BBM) akan tetap diberikan kepada masyarakat kecil. Sekitar 80 persen rakyat Indonesia disebut akan tetap menerima perlindungan tersebut.

“Yang mampu tidak perlu disubsidi. Subsidi harus tepat sasaran untuk rakyat yang membutuhkan,” tegasnya.

Di sisi lain, pemerintah akan mempercepat pengembangan energi nasional berbasis sumber daya dalam negeri, termasuk pemanfaatan batu bara, singkong, dan jagung sebagai alternatif energi.

Prabowo optimistis dalam 2–3 tahun ke depan Indonesia akan semakin mandiri energi.

Respons Terhadap Krisis Global dan Konflik Timur Tengah

Presiden juga menyinggung dampak konflik di kawasan Timur Tengah terhadap lonjakan harga energi dunia. Ia menilai posisi geografis Indonesia sangat strategis dalam jalur perdagangan global, termasuk peran Selat Malaka dan jalur laut lainnya.

“Indonesia adalah kunci jalur energi dunia. Kita harus sadar betapa pentingnya posisi kita,” katanya.

Ia menambahkan bahwa krisis global justru harus dilihat sebagai peluang untuk mempercepat reformasi dan efisiensi nasional.

Soroti Disinformasi dan Teknologi Digital

Dalam kesempatan itu, Prabowo turut menyoroti maraknya disinformasi di era digital. Ia mengingatkan bahwa teknologi kecerdasan buatan (AI) dapat disalahgunakan untuk menyebarkan hoaks dan memecah belah masyarakat.

“Ada fenomena echo chamber. Satu orang bisa membuat ribuan akun dan menciptakan persepsi seolah-olah itu suara banyak orang,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengajak seluruh pihak untuk tetap tenang dan menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi.

Instruksi Tegas: Cabut Izin Tambang Bermasalah

Presiden juga menginstruksikan evaluasi menyeluruh terhadap izin usaha pertambangan (IUP), khususnya yang berada di kawasan hutan lindung.

Ia memberi tenggat waktu satu minggu kepada kementerian terkait untuk melaporkan hasil evaluasi.

“Kalau tidak jelas, cabut semua. Tidak ada kompromi. Kepentingan rakyat harus diutamakan,” tegasnya.

Program Strategis: Haji, Desa Nelayan, dan Pengelolaan Sampah

Dalam sektor pelayanan publik, pemerintah berkomitmen menurunkan biaya haji tahun 2026 sekitar Rp2 juta serta memangkas masa antrean secara signifikan.

Selain itu, pemerintah menargetkan pembangunan 1.000 desa nelayan hingga akhir 2026, serta menyelesaikan persoalan sampah nasional dalam 2–3 tahun ke depan melalui teknologi dalam negeri.

Tekankan Persatuan dan Kepercayaan pada Sistem

Menutup arahannya, Prabowo menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kepercayaan terhadap sistem demokrasi yang telah dibangun para pendiri bangsa, termasuk semangat Sumpah Pemuda dan konsensus nasional tahun 1945.

“Kita harus percaya pada kekuatan bangsa sendiri. Indonesia adalah bangsa besar dengan potensi luar biasa,” pungkasnya.

Tags

Terkini