Harga Tiket Pesawat Domestik Naik hingga 13 Persen, Dampak Lonjakan AFTUR Akibat Gejolak Timur Tengah Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 780 Kg Sisik Trenggiling di Perairan Banten

Rabu, 08/04/2026
 TNI AL Gagalkan Penyelundupan 780 Kg Sisik Trenggiling di Perairan Banten
TNI AL amankan 26 paket sisik trenggiling seberat 780 kg dari kapal asing

Banten — TNI Angkatan Laut melalui Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ratusan kilogram sisik trenggiling yang diangkut kapal berbendera Vietnam, MV Hoi An 8, di perairan Tanjung Sekong, Merak, Banten, Selasa (7/4).

Pengungkapan kasus ini bermula dari patroli rutin unsur KAL Anyer I-3-64 yang mencurigai pergerakan kapal tersebut. Setelah dilakukan prosedur penghentian dan pemeriksaan, tim VBSS (Visit, Board, Search, and Seizure) menemukan puluhan kardus berisi sisik trenggiling yang disembunyikan di bagian depan ruang kargo kapal.

Dari hasil pemeriksaan, total terdapat 26 paket dengan berat keseluruhan mencapai 780 kilogram. Seluruh barang bukti bersama kapal dan awaknya kemudian diamankan ke Markas Komando Lanal Banten guna proses penyelidikan lebih lanjut, sementara kapal tetap berada dalam pengawasan ketat aparat TNI AL.

Kapal tersebut diketahui membawa muatan resmi berupa baja gulungan (steel coil). Namun, temuan sisik trenggiling mengindikasikan adanya dugaan pelanggaran hukum terkait perdagangan ilegal satwa dilindungi. Aparat juga tengah mendalami kemungkinan adanya praktik pemindahan muatan ilegal di tengah laut (transshipment) sebagai bagian dari modus operandi.

Nilai ekonomi dari barang selundupan ini diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah, mengingat tingginya permintaan sisik trenggiling di pasar gelap internasional.

Komandan Lanal Banten, Kolonel Laut (P) Catur Yogiantoro, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti kesiapsiagaan prajurit dalam menjaga keamanan wilayah laut sekaligus melindungi kelestarian sumber daya alam.

“Ini adalah bentuk komitmen kami dalam menindak segala aktivitas ilegal di laut, khususnya perdagangan satwa dilindungi yang dapat merusak ekosistem,” ujarnya.

Saat ini, Lanal Banten masih terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan jaringan internasional di balik aksi penyelundupan ini.

Langkah ini juga sejalan dengan instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali yang menekankan pentingnya peningkatan pengawasan di wilayah perairan Indonesia guna mencegah berbagai pelanggaran hukum.

TNI AL menegaskan akan terus memperkuat patroli dan pengamanan laut demi menjaga kedaulatan negara serta melindungi kekayaan hayati Indonesia.

Tags

Terkini