Harga Tiket Pesawat Domestik Naik hingga 13 Persen, Dampak Lonjakan AFTUR Akibat Gejolak Timur Tengah Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

“Ain”, Horor Tanpa Setan yang Angkat Realita Sosial dan Spiritualitas

Rabu, 08/04/2026
“Ain”, Horor Tanpa Setan yang Angkat Realita Sosial dan Spiritualitas
Archie Hekagery: “Ain” Bukan Gimmick, Tapi Cermin Fenomena Nyata

Jakarta — Industri perfilman Indonesia kembali diramaikan dengan kehadiran film horor terbaru berjudul Ain . Film ini disutradarai oleh Archie Hekagery dan menghadirkan konsep berbeda dari film horor kebanyakan.

Dalam kesempatan tersebut, Archie mengungkapkan bahwa ide film Ain langsung menarik perhatiannya saat pertama kali dipresentasikan oleh kreator cerita. Ia menilai fenomena “Ain”—yang kerap dikaitkan dengan pandangan iri atau dengki—memiliki relevansi kuat dengan kehidupan modern, terutama di era media sosial.

“Banyak kejadian nyata yang tidak bisa dijelaskan secara logika. Ada teman saya yang mengalami perubahan fisik secara tiba-tiba tanpa sebab medis yang jelas. Ini menjadi inspirasi kuat bagi film ini,” ujarnya Archie ditemui di peluncurantrailer dan poster di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Rabu (8/4)

Berbeda dari horor konvensional yang mengandalkan sosok makhluk gaib, Ain justru mengusung pendekatan body horror, yakni ketakutan yang berfokus pada perubahan fisik tubuh manusia. Archie bahkan menyebut film ini sebagai salah satu karya horor Indonesia yang “murni tanpa setan”

Film ini dibintangi oleh Brittany Putri dan Putri Ayudya sebagai pemeran utama. Keduanya dinilai memiliki chemistry kuat yang mendukung cerita, terutama karena kedekatan mereka di dunia nyata.

“Chemistry mereka luar biasa. Seolah-olah bukan akting, tapi benar-benar persahabatan yang nyata,” tambah Archie.

Selain mengangkat unsur horor tubuh, film ini juga menonjolkan tema persahabatan yang menjadi inti cerita. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman emosional sekaligus menegangkan bagi penonton.

Diproduksi oleh MultiVision Plus Pictures bersama Menara Films, Ain juga mengambil inspirasi dari keyakinan yang cukup dikenal dalam komunitas Muslim, di mana fenomena ain diyakini sebagai sesuatu yang nyata.

Archie menegaskan bahwa film “Ain”ini bukan sekadar gimmick, melainkan refleksi dari kejadian yang kerap dialami masyarakat. Ia bahkan mengingatkan pentingnya menjaga diri secara spiritual di tengah kehidupan modern.

Dengan konsep unik dan pendekatan yang berbeda, Ain diharapkan mampu membawa warna baru dalam genre horor Indonesia sekaligus memantik diskusi tentang fenomena yang jarang diangkat ke layar lebar.

Tags

Terkini