Washington D.C., 28 Maret 2026 – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah melontarkan sejumlah pernyataan kontroversial terkait Venezuela, hubungan internasional, hingga kritik keras terhadap lawan politiknya.
Dalam sebuah pertemuan kabinet dan sesi tanya jawab dengan media, Trump menanggapi klaim bahwa rakyat Venezuela kemungkinan akan membangun patung untuk menghormatinya. Pernyataan tersebut muncul setelah pejabat pemerintah AS menyebut Trump dipandang sebagai “pembebas”, bahkan disamakan dengan tokoh kemerdekaan Amerika Latin Simón Bolívar.
Trump sendiri merespons dengan nada santai dan sempat menyela pembahasan ekonomi dengan menanyakan, “kapan patung itu akan dibuat,” yang kemudian memicu kritik dari berbagai pihak karena dianggap tidak fokus pada isu utama.
Klaim Pemulihan Ekonomi Venezuela
Dalam diskusi tersebut, Trump juga menyinggung peningkatan produksi minyak Venezuela yang disebut naik hingga 50% dalam beberapa bulan terakhir. Ia mengklaim hal ini berdampak pada turunnya harga energi di Amerika Serikat serta membuka kembali peluang bagi perusahaan-perusahaan AS untuk beroperasi di negara tersebut.
Namun, situasi Venezuela sendiri masih menjadi perhatian dunia setelah pemimpin sebelumnya, Nicolás Maduro, menghadapi berbagai tuntutan hukum di Amerika Serikat pasca operasi militer AS awal tahun ini.
Singgung Hubungan dengan Inggris dan Iran
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga membahas rencana kunjungan kenegaraan Raja Inggris, Charles III, yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat. Ia menyebut hubungan keduanya baik dan memuji sang raja sebagai sosok kuat yang tengah menghadapi tantangan kesehatan.
Sementara itu, terkait isu Iran, Trump mengatakan belum ada keputusan final mengenai tenggat waktu kebijakan luar negeri AS. Ia menegaskan bahwa situasi masih akan dievaluasi oleh timnya.
Serangan Keras ke Partai Demokrat
Tak hanya isu global, Trump juga melontarkan kritik tajam terhadap Partai Demokrat. Ia menyebut partai tersebut sebagai “berbahaya” dan menilai Amerika Serikat bisa hancur jika ia tidak memenangkan pemilu sebelumnya.
Trump bahkan menyerang sejumlah tokoh politik, termasuk Presiden sebelumnya Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris, dengan pernyataan yang memicu kontroversi luas.
Kesimpulan
Pernyataan terbaru Trump kembali memicu perdebatan, baik di dalam negeri maupun internasional. Dari isu “patung di Venezuela” hingga kritik tajam terhadap lawan politik, gaya komunikasi Trump yang blak-blakan terus menjadi sorotan dan menuai reaksi beragam dari publik global.