Puluhan ribu pelayat memadati kompleks suci Shrine of Hazrat Masoumeh di kota Qom, Kamis, untuk mengikuti prosesi pemakaman Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, yang tewas dalam serangan udara Israel bersama putranya.
Prosesi tersebut berlangsung khidmat dan penuh emosi, melanjutkan gelombang duka yang sebelumnya juga terlihat dalam pemakaman besar di Tehran. Para pelayat melantunkan doa dan nyanyian duka tradisional, sembari meneriakkan slogan-slogan yang mengecam aliansi militer Amerika Serikat dan Israel.
Kematian Larijani terjadi di tengah konflik regional yang terus meluas sejak akhir Februari. Hingga kini, konflik tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.400 orang di pihak Iran, memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Dalam suasana berkabung, para pejabat Iran menegaskan bahwa kehilangan Larijani menjadi pukulan besar bagi strategi keamanan nasional negara tersebut. Ia dikenal sebagai salah satu arsitek utama kebijakan pertahanan Iran.
Sementara itu, dampak konflik juga mulai terasa secara global. Harga minyak dunia mengalami lonjakan signifikan seiring meningkatnya ketegangan geopolitik. Pemerintah Iran bahkan kembali mengancam akan memanfaatkan Selat Hormuz sebagai alat tekanan, dengan menyebut jalur vital tersebut dapat ditutup bagi pihak yang dianggap sebagai musuh.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa negaranya tengah menyiapkan respons strategis atas serangan yang menewaskan salah satu tokoh penting tersebut.
Prosesi pemakaman yang dihadiri lautan manusia ini tidak hanya menjadi simbol duka, tetapi juga mencerminkan solidaritas nasional di tengah meningkatnya eskalasi konflik yang berpotensi meluas lebih jauh.