Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

PM Israel Klaim Operasi Militer ke Iran Berjalan Sukses, Tegaskan Koordinasi Erat dengan AS

Jum'at, 20/03/2026
PM Israel

JAKARTA — Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyampaikan pernyataan tegas terkait operasi militer terhadap Iran dalam konferensi pers bersama media internasional.

Dalam keterangannya, Netanyahu membuka dengan menepis kabar yang menyebut dirinya tidak lagi hidup. “Saya masih hidup dan Anda semua menjadi saksi,” ujarnya, sembari menyebut informasi tersebut sebagai “fake news”.

Ia kemudian memaparkan perkembangan operasi militer yang disebutnya sebagai Operation Roaring Lion, yang menurutnya dijalankan bersama Donald Trump. Netanyahu menegaskan bahwa kerja sama Israel dan Amerika Serikat berlangsung sangat erat, baik dalam aspek militer maupun intelijen.

Tiga Target Utama Operasi

Netanyahu menjelaskan bahwa operasi tersebut memiliki tiga tujuan utama:

1. Menghilangkan ancaman nuklir Iran

2. Menghancurkan kemampuan rudal balistik

3. Menciptakan kondisi bagi rakyat Iran untuk menentukan masa depan mereka sendiri

Ia menuduh rezim Iran sebagai ancaman global yang tidak hanya menargetkan Israel dan Amerika Serikat, tetapi juga kawasan Timur Tengah hingga Eropa.

Klaim Keberhasilan Militer

Dalam pernyataannya, Netanyahu mengklaim bahwa serangan yang telah berlangsung sekitar 20 hari menunjukkan hasil signifikan. Ia menyebut:

• Arsenal rudal dan drone Iran mengalami kerusakan besar

• Infrastruktur nuklir dan industri persenjataan dihancurkan

• Sistem pertahanan udara Iran lumpuh

• Angkatan laut dan udara Iran melemah drastis

“Komando dan kendali mereka berada dalam kekacauan,” katanya.

Bantah Seret AS ke Konflik

Netanyahu juga membantah tudingan bahwa Israel menyeret Amerika Serikat ke dalam konflik. Ia menegaskan bahwa keputusan yang diambil Presiden Trump sepenuhnya berdasarkan kepentingan Amerika.

“Apakah ada yang benar-benar berpikir seseorang bisa mendikte Presiden Trump?” ujarnya.

Isu Perubahan Rezim Iran

Menjawab pertanyaan wartawan, Netanyahu menyebut adanya tanda-tanda keretakan di dalam pemerintahan Iran. Meski demikian, ia mengakui bahwa perubahan rezim tidak bisa dipastikan.

Ia menegaskan bahwa perubahan tersebut pada akhirnya bergantung pada rakyat Iran sendiri, meskipun Israel mengklaim berupaya menciptakan kondisi yang memungkinkan hal itu terjadi.

Dampak Global dan Energi

Terkait lonjakan harga energi dunia, Netanyahu mengakui adanya dampak jangka pendek, namun optimistis situasi akan stabil jika jalur distribusi energi seperti Selat Hormuz tetap terbuka.

Ia bahkan mengusulkan pembangunan jalur alternatif pipa minyak dan gas melalui Timur Tengah menuju Mediterania untuk mengurangi ketergantungan pada jalur laut yang rawan konflik.

Penutup

Menutup konferensi pers, Netanyahu menegaskan bahwa operasi ini bukan hanya demi keamanan Israel, tetapi juga untuk mencegah ancaman global yang lebih besar.

“Ini bukan hanya perang kami. Ini adalah upaya melindungi masa depan dunia,” tegasnya.

Konflik yang terus berkembang ini menjadi sorotan dunia, terutama karena berpotensi memicu ketegangan lebih luas di kawasan serta berdampak pada stabilitas ekonomi global.

Tags

Terkini