JAKARTA — Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyampaikan pernyataan tegas terkait operasi militer terhadap Iran dalam konferensi pers bersama media internasional.
Dalam keterangannya, Netanyahu membuka dengan menepis kabar yang menyebut dirinya tidak lagi hidup. “Saya masih hidup dan Anda semua menjadi saksi,” ujarnya, sembari menyebut informasi tersebut sebagai “fake news”.
Ia kemudian memaparkan perkembangan operasi militer yang disebutnya sebagai Operation Roaring Lion, yang menurutnya dijalankan bersama Donald Trump. Netanyahu menegaskan bahwa kerja sama Israel dan Amerika Serikat berlangsung sangat erat, baik dalam aspek militer maupun intelijen.
Tiga Target Utama Operasi
Netanyahu menjelaskan bahwa operasi tersebut memiliki tiga tujuan utama:
1. Menghilangkan ancaman nuklir Iran
2. Menghancurkan kemampuan rudal balistik
3. Menciptakan kondisi bagi rakyat Iran untuk menentukan masa depan mereka sendiri
Ia menuduh rezim Iran sebagai ancaman global yang tidak hanya menargetkan Israel dan Amerika Serikat, tetapi juga kawasan Timur Tengah hingga Eropa.
Klaim Keberhasilan Militer
Dalam pernyataannya, Netanyahu mengklaim bahwa serangan yang telah berlangsung sekitar 20 hari menunjukkan hasil signifikan. Ia menyebut:
• Arsenal rudal dan drone Iran mengalami kerusakan besar
• Infrastruktur nuklir dan industri persenjataan dihancurkan
• Sistem pertahanan udara Iran lumpuh
• Angkatan laut dan udara Iran melemah drastis
“Komando dan kendali mereka berada dalam kekacauan,” katanya.
Bantah Seret AS ke Konflik
Netanyahu juga membantah tudingan bahwa Israel menyeret Amerika Serikat ke dalam konflik. Ia menegaskan bahwa keputusan yang diambil Presiden Trump sepenuhnya berdasarkan kepentingan Amerika.
“Apakah ada yang benar-benar berpikir seseorang bisa mendikte Presiden Trump?” ujarnya.
Isu Perubahan Rezim Iran
Menjawab pertanyaan wartawan, Netanyahu menyebut adanya tanda-tanda keretakan di dalam pemerintahan Iran. Meski demikian, ia mengakui bahwa perubahan rezim tidak bisa dipastikan.
Ia menegaskan bahwa perubahan tersebut pada akhirnya bergantung pada rakyat Iran sendiri, meskipun Israel mengklaim berupaya menciptakan kondisi yang memungkinkan hal itu terjadi.
Dampak Global dan Energi
Terkait lonjakan harga energi dunia, Netanyahu mengakui adanya dampak jangka pendek, namun optimistis situasi akan stabil jika jalur distribusi energi seperti Selat Hormuz tetap terbuka.
Ia bahkan mengusulkan pembangunan jalur alternatif pipa minyak dan gas melalui Timur Tengah menuju Mediterania untuk mengurangi ketergantungan pada jalur laut yang rawan konflik.
Penutup
Menutup konferensi pers, Netanyahu menegaskan bahwa operasi ini bukan hanya demi keamanan Israel, tetapi juga untuk mencegah ancaman global yang lebih besar.
“Ini bukan hanya perang kami. Ini adalah upaya melindungi masa depan dunia,” tegasnya.
Konflik yang terus berkembang ini menjadi sorotan dunia, terutama karena berpotensi memicu ketegangan lebih luas di kawasan serta berdampak pada stabilitas ekonomi global.