Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

China Kecam Pernyataan Lai Ching-te soal Kolonialisme Jepang di Taiwan

Kamis, 19/03/2026
China Kecam Pernyataan Lai Ching-te soal Kolonialisme Jepang di Taiwan
juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian ( Dok Shanghai Eye )

BEIJING – Pemerintah China melontarkan kecaman keras terhadap pernyataan Presiden Taiwan, Lai Ching-te, yang menyebut kolonialisme Jepang di Taiwan sebagai bagian dari upaya “Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya”.

Pernyataan tersebut, yang disampaikan dalam sebuah acara pekan lalu, memicu kemarahan di kalangan masyarakat Taiwan dan mendapat sorotan luas, termasuk dari media Phoenix Television.

Menanggapi hal itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menilai otoritas Taiwan telah secara terang-terangan memutarbalikkan sejarah dengan menggunakan narasi palsu untuk “memutihkan” agresi dan pemerintahan kolonial Jepang.

“Ini merupakan penghinaan serius terhadap sejarah dan pengkhianatan yang tercela terhadap bangsa,” ujar Lin Jian.

Ia menegaskan bahwa selama setengah abad pendudukan Jepang di Taiwan, terjadi penindasan brutal terhadap perlawanan rakyat, eksploitasi besar-besaran sumber daya, serta kerusakan signifikan terhadap ekonomi, budaya, dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Menurutnya, tragedi sejarah yang “dipenuhi darah dan air mata” tersebut telah terpatri dalam ingatan bangsa China dan tidak boleh dilupakan maupun diputarbalikkan.

Lin Jian juga mengingatkan bahwa lebih dari 80 tahun lalu, Taiwan kembali ke “pangkuan tanah air” setelah berakhirnya kekuasaan kolonial Jepang, yang disebutnya sebagai hasil perjuangan dan pengorbanan besar seluruh bangsa China, termasuk rakyat Taiwan.

Lebih lanjut, ia menuding pernyataan Lai Ching-te mencerminkan agenda politik untuk mendekatkan diri dengan Jepang sekaligus mendorong kemerdekaan Taiwan.

“Upaya memutarbalikkan sejarah, memutihkan kekejaman kolonial, dan menyebarkan narasi ‘kemerdekaan Taiwan’ tidak akan mengubah arah reunifikasi China. Itu hanya akan membawa konsekuensi buruk bagi mereka sendiri,” tegasnya.

Isu ini kembali menyoroti ketegangan politik antara Beijing dan Taipei, terutama terkait perbedaan pandangan mengenai sejarah, kedaulatan, dan masa depan Taiwan.

Tags

Terkini