WINDSOR – King Charles III menyambut hangat kunjungan kenegaraan Presiden Nigeria di Windsor Castle dalam sebuah jamuan resmi yang menegaskan eratnya hubungan antara Inggris dan Nigeria.
Dalam pidatonya, Raja Charles III menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut, terutama karena dilakukan di tengah bulan suci Ramadan. Ia juga menyampaikan ucapan “Ramadan Mubarak” serta doa bagi perdamaian dan kesejahteraan rakyat Nigeria.
Raja Charles menyoroti transformasi pesat Nigeria sebagai negara dengan populasi lebih dari 230 juta jiwa, yang didominasi generasi muda penuh potensi. Ia juga menekankan kontribusi besar diaspora Nigeria di Inggris, yang dinilai berperan penting dalam berbagai sektor seperti bisnis, teknologi, pendidikan, hingga seni dan olahraga.
“Hubungan kedua negara bukan sekadar sejarah, tetapi juga jembatan hidup yang menghubungkan masyarakat dan memperkaya budaya serta ekonomi,” ujar Raja Charles.
Selain itu, ia menyinggung eratnya kerja sama ekonomi kedua negara. Nigeria disebut telah menjadi salah satu mitra dagang utama Inggris di Afrika, dengan peningkatan investasi di sektor keuangan, pendidikan, hingga teknologi.
Namun, Raja Charles juga mengakui adanya sejarah masa lalu yang menyisakan luka, sembari menegaskan pentingnya membangun masa depan bersama yang lebih baik melalui kerja sama dan saling pengertian.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Nigeria menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari keluarga kerajaan Inggris, termasuk Queen Camilla serta Prince William.
Presiden menegaskan bahwa hubungan Nigeria dan Inggris telah berkembang menjadi kemitraan strategis yang dilandasi nilai bersama, termasuk demokrasi, hukum, dan kerja sama internasional. Ia juga menyoroti kontribusi warga Nigeria di Inggris, khususnya di sektor kesehatan dan olahraga.
Presiden turut mengingat kembali sejarah hubungan kedua negara, termasuk peran Inggris dalam mendukung perjuangan demokrasi Nigeria di masa lalu. Ia menegaskan komitmen Nigeria untuk terus memperkuat kerja sama, baik dalam bidang ekonomi, keamanan, maupun peran global melalui Commonwealth of Nations.
Acara ditutup dengan toast bersama yang menegaskan persahabatan kedua negara serta harapan akan masa depan yang lebih kuat dan saling menguntungkan.