Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Perang Iran Picu Krisis Energi Global, Harga Minyak Melonjak Tajam

Jum'at, 13/03/2026
 Perang Iran Picu Krisis Energi Global, Harga Minyak Melonjak Tajam
Serangan terhadap fasilitas energi ( Dok NBC News)

Washington / Timur Tengah – Konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran kini mulai mengguncang pasar energi global. Harga minyak dunia melonjak tajam sementara jalur pelayaran strategis di Timur Tengah menghadapi gangguan serius.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berusaha meredam kekhawatiran ekonomi akibat lonjakan harga minyak, dengan menyatakan bahwa kenaikan harga juga dapat meningkatkan pendapatan dari produksi minyak domestik Amerika.

Namun situasi di lapangan semakin memanas. Media pemerintah Iran menyiarkan pernyataan dari pemimpin tertinggi baru negara itu, Ali Khamenei, yang berjanji akan terus memblokir jalur pelayaran di Strait of Hormuz, salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia yang menangani sekitar 20% pasokan minyak global.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh penyiar televisi pemerintah Iran, bukan langsung oleh sang pemimpin. Hal ini memicu spekulasi mengenai kondisi kesehatannya setelah dilaporkan terluka dalam serangan udara yang menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran.

Serangan terhadap fasilitas energi

Dalam beberapa hari terakhir, Iran dilaporkan meningkatkan serangan terhadap target energi di kawasan Timur Tengah. Serangan tersebut mencakup:

• Tangki bahan bakar di pelabuhan Oman

• Dua kapal tanker minyak di lepas pantai Iraq

• Kilang energi di Bahrain

Akibat konflik tersebut, harga minyak mentah dunia kini mencapai sekitar 96 dolar per barel, naik sekitar 42% sejak awal perang. Sementara patokan harga minyak di Eropa telah menembus 100 dolar per barel, level tertinggi sejak tahun 2022.

Jalur minyak dunia hampir berhenti

Menurut laporan International Energy Agency, konflik ini menciptakan gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak global.

Arus kapal tanker yang biasanya ramai di Strait of Hormuz kini hampir berhenti. Beberapa kapal bahkan dilaporkan terbakar akibat serangan drone dan rudal.

Sebagai respons, negara-negara anggota IEA sepakat untuk melepaskan 400 juta barel minyak dari cadangan strategis global guna menstabilkan pasar energi.

Ketegangan militer meluas

Konflik juga berpotensi meluas di kawasan. Kelompok militan Hezbollah, sekutu Iran di Lebanon, dilaporkan ikut melancarkan serangan terhadap Israel.

Israel kemudian membalas dengan serangan udara di berbagai wilayah Beirut, memperbesar risiko perang regional yang lebih luas.

Para analis militer memperingatkan bahwa strategi Iran saat ini adalah menekan Barat secara ekonomi dengan menyerang jalur energi, sementara Amerika dan sekutunya berusaha menghancurkan kemampuan militer Iran.

Jika konflik terus berlanjut, para pakar memperkirakan dampaknya dapat memicu krisis energi global dan kenaikan harga bahan bakar di banyak negara.

Tags

Terkini