Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Prabowo Hadiri Syukuran 1 Tahun Danantara, Tekankan Pengelolaan Aset Negara untuk Masa Depan

Rabu, 11/03/2026
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ( Biro Sekpres )

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri acara syukuran satu tahun berdirinya Danantara Indonesia yang digelar pada Selasa (10/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, Presiden menegaskan pentingnya pengelolaan aset negara secara profesional dan transparan demi masa depan ekonomi Indonesia.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Muhammad Gumilang. Kegiatan ini dihadiri para menteri Kabinet Merah Putih, dewan pengawas dan komisaris Danantara, serta jajaran pimpinan lembaga tersebut.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, dalam laporannya menyampaikan bahwa satu tahun perjalanan Danantara memiliki makna besar karena lembaga tersebut mendapat mandat langsung dari Presiden untuk mengelola kekayaan negara secara optimal.

Rosan menjelaskan bahwa kehadiran Danantara diharapkan dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan.

“Pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan sekitar 8 persen harus diiringi dengan pemerataan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Rosan.

Ia menambahkan, Danantara juga berkomitmen menjalankan tata kelola perusahaan yang baik dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, serta integritas tinggi dalam mengelola berbagai aset negara.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa Danantara merupakan konsolidasi berbagai aset milik bangsa yang bertujuan memperkuat kemampuan ekonomi nasional. Nama Danantara sendiri, menurutnya, berasal dari makna “Daya Anagata Nusantara” yang menggambarkan kekuatan energi bangsa untuk masa depan.

“Danantara diberi tugas mengelola dan memanajemen kekayaan bangsa. Ini adalah tanggung jawab besar karena yang dikelola adalah kekuatan ekonomi untuk generasi mendatang,” kata Prabowo.

Presiden juga mengungkapkan bahwa dalam satu tahun pertama, kinerja pengelolaan aset menunjukkan perkembangan positif. Ia menyebut laporan yang diterimanya menunjukkan peningkatan return on asset lebih dari 300 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa capaian tersebut masih jauh dari target yang diharapkan. Ia menilai perusahaan yang sehat seharusnya mampu mencapai tingkat pengembalian aset minimal 10 persen.

“Kalau kita bisa mencapai 5 persen saja, Danantara bisa memberikan kontribusi sekitar 50 miliar dolar setiap tahun kepada negara,” ujarnya.

Prabowo juga menyoroti pentingnya konsolidasi pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia menyebut selama ini banyak BUMN memiliki anak hingga cucu perusahaan yang jumlahnya sangat besar sehingga sulit diawasi secara efektif.

Selain membahas pengelolaan aset negara, Presiden juga menyinggung tantangan global yang penuh ketidakpastian. Menurutnya, krisis dunia justru dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian ekonomi.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tengah mempercepat berbagai program strategis seperti swasembada pangan dan swasembada energi, termasuk pengembangan energi terbarukan.

“Indonesia memiliki kekayaan alam luar biasa, mulai dari kelapa sawit hingga potensi energi panas bumi yang sangat besar. Kita harus memanfaatkan itu untuk masa depan bangsa,” kata Prabowo.

Presiden juga memastikan bahwa pengelolaan Danantara akan diawasi secara ketat oleh berbagai lembaga, termasuk Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta aparat penegak hukum.

Di akhir arahannya, Prabowo mengingatkan seluruh pengelola Danantara untuk menjaga integritas dalam mengelola kekayaan negara.

“Harapan seluruh rakyat Indonesia ada di pundak saudara-saudara. Ini adalah kekayaan anak cucu bangsa yang harus dijaga,” tegasnya.

Tags

Terkini