Washington D.C. — Ketegangan dalam konflik antara Amerika Serikat dan Iran semakin meningkat setelah muncul pernyataan bahwa Rusia turut membantu Iran dalam operasi militer yang menargetkan kepentingan Amerika.
Dalam sebuah wawancara televisi, pejabat Iran mengakui adanya kerja sama strategis dengan Rusia. Ketika ditanya apakah Iran menerima bantuan dari Rusia, ia menjawab bahwa hubungan militer antara kedua negara bukanlah hal baru.
“Kerja sama militer antara Iran dan Rusia bukan sesuatu yang rahasia. Itu sudah ada sejak lama, masih berlangsung sekarang, dan akan terus berlanjut di masa depan,” kata Senator Mike.
Respons Amerika Serikat
Menanggapi hal itu, pejabat pertahanan Amerika Serikat menyatakan bahwa keterlibatan Rusia tidak membuat pasukan AS lebih terancam.
“Kami tidak khawatir tentang itu. Justru pihak lawan yang berada dalam bahaya. Itu adalah tugas kami,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa militer AS tetap percaya diri menghadapi perkembangan terbaru di medan konflik.
Seruan Sanksi Terhadap Rusia
Senator dari Partai Republik, Mike Rounds, mengatakan bahwa Presiden Donald Trump telah mengambil langkah yang tepat dengan melancarkan operasi militer terhadap Iran. Namun ia juga menyerukan tindakan lebih tegas terhadap Rusia.
Menurut Rounds, Kongres AS sedang menyiapkan rancangan undang-undang sanksi baru terhadap Rusia yang telah didukung hampir 90 senator.
Ia menambahkan bahwa senator Lindsey Graham telah mempersiapkan rancangan sanksi tersebut selama berbulan-bulan.
“Kami ingin Gedung Putih memberikan persetujuan agar sanksi ini segera diterapkan. Itu akan mengirim pesan kuat kepada Rusia bahwa mereka tidak bisa lolos dari tindakan seperti ini,” kata Mike Rounds.
Investigasi Serangan yang Menewaskan Anak-Ana
Di tengah konflik yang semakin meluas, muncul laporan dari The Wall Street Journal yang menyebutkan bahwa penyelidik militer AS sedang meneliti kemungkinan bahwa sebuah serangan udara yang menewaskan puluhan anak di sebuah sekolah dasar perempuan di Iran mungkin dilakukan oleh pasukan Amerika.
Namun hingga kini penyelidikan belum mencapai kesimpulan akhir.
Presiden Donald Trump menolak tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa kemungkinan besar serangan itu dilakukan oleh Iran sendiri karena sistem persenjataan mereka tidak akurat.
“Satu-satunya pihak yang menargetkan warga sipil adalah Iran,” kata Trump.
Sikap Pemerintah AS
Senator Rounds juga menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak pernah secara sengaja menargetkan warga sipil, terutama perempuan dan anak-anak.
“Amerika tidak menargetkan perempuan dan anak-anak. Kami fokus pada target militer,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penyelidikan akan menentukan apakah lokasi sekolah tersebut berada dekat dengan fasilitas militer yang mungkin menjadi sasaran serangan.
Konflik Semakin Kompleks
Dengan dugaan keterlibatan Rusia di pihak Iran serta meningkatnya operasi militer Amerika di kawasan, konflik ini berpotensi menjadi lebih luas dan melibatkan lebih banyak negara.
Para pengamat menilai perkembangan ini dapat memperburuk stabilitas geopolitik global serta meningkatkan risiko konfrontasi antara kekuatan besar dunia.