Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Kenes Andari Ungkap Realita Pendidikan di Pelosok NTT, Ajak Masyarakat Jadi Sponsor Anak

Sabtu, 07/03/2026

Jakarta- Artis dan publik figur Kenes Andari membagikan pengalamannya saat mengunjungi daerah pelosok di wilayah Labuan Bajo, yang membuka matanya tentang kesenjangan pembangunan antara Pulau Jawa dan wilayah lain di Indonesia.

Menurut Kenes, selama ini banyak orang hanya melihat kondisi daerah melalui media atau media sosial tanpa menyaksikan langsung realita yang terjadi di lapangan.

“Ketika kita datang langsung ke sana, baru terasa bahwa Indonesia memang sangat besar. Banyak daerah di luar Pulau Jawa yang ternyata belum terjangkau pembangunan secara maksimal,” kata Kenes ditemui diacara Zap Cilinic 10 tahun cantik saat Lebaran sekaligus hadirkan aksi sosial untuk NTT, Artium Senayan City, Jakarta, Jumat ( 6/3).

Ia menuturkan, selama ini banyak orang yang bepergian ke luar Jawa hanya untuk tujuan wisata sehingga tidak benar-benar mengetahui kondisi masyarakat di daerah pelosok. Namun pengalaman kunjungan bersama Plan International, ZF Technology, serta Bucie  Lee Management membuatnya melihat langsung situasi pendidikan di daerah terpencil.

Perjalanan menuju lokasi yang mereka kunjungi bahkan memakan waktu sekitar empat jam dari Labuan Bajo dengan kondisi jalan yang sulit dilalui.

“Kita harus menempuh perjalanan sekitar empat jam dari Labuan Bajo. Jalannya berlumpur, berbatu, dan menurun. Saat musim hujan sangat berisiko, bisa terpeleset atau jatuh. Bayangkan anak-anak harus melewati jalan seperti itu setiap hari untuk ke sekolah,” ujarnya.

Sesampainya di lokasi, Kenes mengaku terkejut melihat kondisi sekolah yang menurutnya sangat tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar.

Melihat kondisi tersebut, ia menilai peran lembaga sosial dan yayasan kemanusiaan sangat penting untuk membantu masyarakat di wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau program pemerintah.

Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengeluh soal kebijakan pemerintah, tetapi juga melakukan aksi nyata dengan membantu anak-anak yang membutuhkan.

“Kalau kita hanya komplain terhadap pemerintah tapi tidak melakukan apa-apa, menurut saya itu tidak ada gunanya. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menjadi sponsor anak,” kata Kenes.

Program sponsorship yang diperkenalkan oleh Plan International Indonesia memungkinkan masyarakat memberikan donasi secara rutin setiap bulan untuk membantu pendidikan anak-anak di daerah terpencil.

Kenes juga menceritakan momen menyentuh ketika mereka membawa perlengkapan menggambar seperti krayon ke sekolah tersebut. Bagi anak-anak di sana, benda yang dianggap biasa oleh anak-anak di kota justru menjadi sesuatu yang sangat istimewa.

“Mereka melihat krayon dengan banyak warna saja sudah sangat bahagia. Bagi kita yang tinggal di Jakarta atau Pulau Jawa mungkin itu hal biasa sejak kecil, tapi bagi mereka itu sesuatu yang luar biasa,” ujarnya.

Pengalaman tersebut membuat Kenes semakin menyadari pentingnya rasa syukur sekaligus kepedulian terhadap sesama, terutama bagi anak-anak di daerah terpencil yang masih menghadapi banyak keterbatasan.

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk membantu pendidikan anak-anak di wilayah terpencil agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Tags

Terkini