Aktor laga Indonesia Joe Taslim mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi anak-anak di wilayah timur Indonesia yang masih kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar, terutama air bersih.
Hal itu disampaikan Joe saat ditemui di Atrium Senayan City, Jumat (6/3). Ia menceritakan pengalamannya saat pertama kali mengunjungi Kabupaten Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur, bersama organisasi kemanusiaan Plan International pada tahun lalu.
Kegiatan sosial untuk membantu masyarakat NTT tersebut juga mendapat dukungan dari ZAP Clinic, yang merayakan 10 tahun kiprahnya di industri kecantikan dengan berpartisipasi dalam program kemanusiaan tersebut.
Menurut Joe, kunjungan itu membuka matanya terhadap realitas kehidupan anak-anak di daerah tersebut yang masih sangat terbatas dalam akses air bersih.
“Di sana kebutuhan dasar yang paling mendasar, yaitu air bersih, masih sangat terbatas. Bahkan kualitas airnya pun masih tidak higienis,” ujar Joe.
Ia menjelaskan, banyak anak di desa-desa Nagekeo harus berjalan sejauh dua hingga tiga kilometer setiap hari untuk mengambil air. Kondisi tersebut juga berdampak pada kegiatan sekolah, karena di beberapa tempat bahkan sekolah tidak memiliki akses air.
“Untuk kebutuhan mandi dan mencuci mereka harus jalan jauh sambil membawa jeriken air. Bahkan ada sekolah yang tidak punya air, jadi anak-anak harus membawa air dari rumah untuk kebutuhan MCK,” katanya.
Meski hidup dalam keterbatasan, Joe mengaku justru belajar banyak dari sikap anak-anak di sana yang tetap ceria dan penuh semangat.
“Walaupun dengan segala keterbatasan, mereka sangat bahagia. Dari situ saya belajar bahwa kebahagiaan itu ternyata sangat sederhana,” ujarnya.
Joe berharap pembangunan di Indonesia bisa lebih merata, tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga melibatkan masyarakat dan pihak swasta untuk membantu daerah-daerah yang masih tertinggal.
Ia juga mengapresiasi upaya Plan International yang telah membangun sejumlah fasilitas air bersih dan sekolah di wilayah tersebut. Namun menurutnya, proses penyediaan air bersih di Flores tidaklah mudah karena kondisi geografis yang membuat sumber air berada jauh di dalam tanah.
“Untuk mendapatkan air bersih mereka harus mengebor sangat dalam. Butuh mesin yang bagus, tenaga ahli, dan biaya yang tidak sedikit,” jelasnya.
Joe mengaku sempat menyaksikan langsung peresmian fasilitas air bersih di salah satu desa. Momen tersebut sangat emosional bagi tim yang terlibat.
“Teman-teman di tim sampai menangis seperti habis memenangkan Piala Dunia. Karena perjuangannya sangat panjang sampai akhirnya berhasil,” katanya.
Ia berharap semakin banyak pihak yang mau berpartisipasi membantu, baik melalui donasi maupun keterlibatan langsung dalam program kemanusiaan.
“Tidak harus besar secara nominal. Yang penting adalah partisipasi kita untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tutur Joe.