Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar pertemuan besar bersama tokoh olahraga, politisi, dan pejabat pemerintah untuk membahas masa depan olahraga perguruan tinggi di Amerika Serikat yang dinilai sedang menghadapi krisis.
Dalam pertemuan tersebut, Trump menegaskan bahwa sistem olahraga kampus saat ini menghadapi tekanan besar akibat persoalan aturan transfer pemain, kompensasi atlet melalui skema Name, Image, and Likeness (NIL), serta banyaknya gugatan hukum yang mengganggu stabilitas kompetisi.
“Ini bukan hanya tentang olahraga kampus. Ini tentang masa depan perguruan tinggi. Jika tidak segera diperbaiki, banyak program atletik bahkan universitas bisa mengalami kerugian besar,” kata Trump dalam pernyataannya di hadapan para peserta pertemuan.
Trump menyoroti meningkatnya uang yang beredar di olahraga kampus, termasuk kasus pemain muda yang mendapat kontrak jutaan dolar sebelum benar-benar bermain di level profesional.
Menurutnya, situasi tersebut membuat banyak atlet memilih tetap bermain di kampus karena penghasilan yang mereka dapatkan lebih tinggi dibandingkan jika langsung masuk liga profesional.
Selain itu, Trump juga memperingatkan bahwa kondisi tersebut berpotensi mengancam cabang olahraga lain, khususnya olahraga wanita dan cabang olahraga Olimpiade yang selama ini banyak berkembang melalui sistem olahraga perguruan tinggi.
Pertemuan tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Ketua DPR AS Mike Johnson, serta mantan pelatih legendaris Nick Saban yang turut memberikan pandangan terkait reformasi sistem olahraga kampus.
Para peserta membahas kemungkinan penerapan undang-undang federal baru, termasuk penguatan rancangan aturan yang dikenal sebagai Score Act, yang bertujuan menciptakan standar nasional untuk kompensasi atlet, aturan transfer, serta perlindungan terhadap program olahraga kampus.
Trump juga membuka kemungkinan penggunaan perintah eksekutif jika Kongres tidak bergerak cukup cepat dalam menyusun aturan tersebut.
“Jika Kongres tidak bertindak cepat, sistem olahraga kampus bisa hancur dan banyak universitas akan mengalami kebangkrutan,” ujarnya.
Pemerintah dan para pemangku kepentingan kini berharap solusi bipartisan dapat segera tercapai agar sistem olahraga perguruan tinggi tetap menjadi jalur pengembangan atlet profesional dan atlet Olimpiade di Amerika Serikat.