JAKARTA – Tren perawatan kulit menjelang Lebaran semakin berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan kulit. Hal ini disampaikan Chief Clinical Officer ZAP Clinic, dr Dara Ayuningtyas, saat ditemui di Atrium Senayan City, Jumat (6/3).
Menurut Dara, selama hampir satu dekade terakhir konsep kecantikan yang paling banyak diminati masyarakat Indonesia adalah kulit yang terlihat cerah, segar, dan sehat secara alami.
“Konsep kulit yang diinginkan sekarang itu bright, fresh, dan terlihat sehat. Itu menjadi kebutuhan utama saat ini, terutama menjelang Lebaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam dua tahun terakhir treatment DNA salmon menjadi salah satu prosedur yang paling diminati. Hal tersebut karena semakin banyak perempuan yang ingin tampil dengan kulit sehat tanpa bergantung pada riasan berlebihan.
Salah satu metode yang banyak dipilih adalah kombinasi laser dengan injeksi DNA salmon seperti Nucleofill. Prosedur ini dinilai praktis karena tidak memerlukan waktu pemulihan yang lama.
“Treatment ini hampir tidak memiliki downtime karena penyuntikan hanya dilakukan di lima titik. Jadi setelah treatment tidak terlihat luka atau bekas yang mengganggu aktivitas,” jelasnya.
Selain perawatan untuk mencerahkan kulit, treatment untuk jerawat, flek hitam, dan bekas jerawat atau bopeng juga terus mengalami peningkatan. Dara mengatakan kesadaran masyarakat terhadap penanganan masalah kulit tersebut kini semakin tinggi.
Di sisi teknologi, ZAP mengklaim memiliki berbagai perangkat laser canggih yang tersedia di hampir seluruh cabangnya. Beberapa teknologi yang digunakan antara lain Ultherapy Prime, Thermage FLX, Ultraformer MPT, hingga Yellow Laser.
Bahkan untuk teknologi Pico Laser, ZAP menghadirkan dua perangkat sekaligus yaitu PicoSure Prodan PicoWay, yang menurut Dara jarang dimiliki bersamaan oleh klinik kecantikan lain di Indonesia.
“Kami memiliki banyak teknologi laser karena cabang kami juga cukup banyak, dan hampir setiap outlet dilengkapi perangkat laser,” katanya.
Selain treatment berbasis teknologi, ZAP juga mengembangkan layanan facial dalam dua tahun terakhir. Layanan ini ditujukan bagi masyarakat yang belum siap menjalani prosedur laser atau injeksi.
“Ternyata meskipun teknologi semakin canggih, masih banyak masyarakat yang menyukai facial. Jadi bagi yang belum berani laser atau injeksi, kami menyediakan facial essential,” ujarnya.
Tidak hanya fokus pada perawatan kulit, ZAP juga baru meluncurkan program ZW Close Programberbasis GLP-1 yang ditujukan untuk membantu menurunkan berat badan secara medis dan mengatasi masalah obesitas.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya ZAP untuk menjadi one stop solution bagi kebutuhan perawatan kecantikan dan kesehatan.
Dara menegaskan bahwa ZAP tidak terburu-buru mengikuti tren treatment instan. Menurutnya, setiap prosedur harus dipastikan aman untuk jangka panjang bagi pasien.
“Kami ingin memastikan semua treatment aman dan baik untuk jangka panjang. Cantik itu tidak harus instan, tetapi harus sehat,” katanya.
Menjelang usia hampir 11 tahun, Dara mengaku telah menyaksikan perkembangan ZAP sejak awal berdiri hingga kini memiliki banyak cabang di berbagai kota di Indonesia.
Ia juga menilai perusahaan tersebut memiliki komitmen kuat terhadap keamanan treatment dan kesejahteraan karyawan, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas pelayanan kepada pasien.