Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth bersama Komandan United States Central Command(CENTCOM) Brad Cooper memberikan pembaruan mengenai perkembangan operasi militer terhadap Iran dalam misi yang disebut Operation Epic Fury.
Dalam konferensi pers di markas CENTCOM di Tampa, Hegseth menyebut operasi yang telah berjalan beberapa hari itu menghasilkan serangan presisi besar terhadap berbagai target militer Iran.
Menurutnya, pasukan Amerika Serikat telah menghantam sebagian besar kekuatan angkatan laut Iran, menghancurkan sejumlah lokasi peluncur rudal, serta menguasai wilayah udara dan laut di kawasan operasi.
“Dalam beberapa hari operasi ini, pasukan kami telah melancarkan serangan yang sangat presisi dan menghancurkan sebagian besar kemampuan tempur angkatan laut Iran serta menetralisir sejumlah situs rudal,” kata Hegseth.
Ia menegaskan bahwa operasi militer tersebut didukung penuh oleh pemerintah Amerika Serikat dan akan terus berlanjut hingga tujuan strategis tercapai. Hegseth juga menyebut kemampuan militer AS dan sekutunya, termasuk Israel Defense Forces, masih jauh lebih besar dibanding kekuatan yang telah dikerahkan saat ini.
Sementara itu, Laksamana Brad Cooper menjelaskan bahwa operasi militer kini memasuki hari keenam dengan fokus utama melemahkan kemampuan Iran untuk mengancam kepentingan Amerika dan sekutunya.
Ia mengungkapkan bahwa dalam 72 jam terakhir, pembom Amerika telah menyerang hampir 200 target di wilayah Iran, termasuk fasilitas militer strategis. Bahkan, dalam satu jam terakhir sebelum konferensi pers, pesawat pengebom Northrop Grumman B-2 Spirit menjatuhkan puluhan bom penembus bunker seberat 2.000 pon untuk menghancurkan peluncur rudal balistik yang berada jauh di bawah tanah.
“Serangan udara kami telah secara signifikan menurunkan kemampuan serangan Iran. Serangan rudal balistik mereka turun sekitar 90 persen sejak hari pertama operasi, sementara serangan drone turun sekitar 83 persen,” ujar Cooper.
Selain itu, operasi militer juga menargetkan kekuatan laut Iran. Cooper mengungkapkan bahwa lebih dari 30 kapal militer Iran telah dihancurkan atau ditenggelamkan selama operasi berlangsung. Dalam beberapa jam terakhir, pasukan AS juga menyerang kapal induk drone milik Iran yang kini dilaporkan terbakar.
Ia menambahkan bahwa fase berikutnya dari operasi akan berfokus pada penghancuran industri produksi rudal balistik Iran agar negara tersebut tidak dapat dengan mudah membangun kembali kemampuan militernya.
“Kami tidak hanya menghancurkan senjata yang mereka miliki saat ini, tetapi juga berupaya melumpuhkan kemampuan mereka untuk memproduksi kembali sistem rudal di masa depan,” katanya.
Meski operasi militer terus meningkat, kedua pejabat tersebut menegaskan bahwa pasukan Amerika tetap berupaya meminimalkan dampak terhadap warga sipil. Mereka juga meminta masyarakat Iran untuk tetap berada di rumah selama operasi berlangsung demi keselamatan.
Operasi Epic Fury sendiri disebut sebagai salah satu kampanye militer terbesar Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir, dengan puluhan ribu personel militer terlibat dan dukungan dari sejumlah negara mitra di kawasan.