Jakarta — Kolaborasi lintas generasi antara Fajar Sad Boy dan mantan Kasad Dudung Abdurachmanmenjadi sorotan dalam peluncuran single religi “Jangan Lupa Berdoa” di Hotel Mercure Ancol, Jakarta. Jumat (27/2).
Meski terpaut usia dan latar belakang berbeda, Fajar menegaskan tak ada hambatan berarti selama proses kreatif berlangsung.
“Beda generasi enggak ada kendala sih. Aku enggak merasa ada kendala karena aku cuma merasa Bapak yang punya kendali. Jadi enggak ada kendala, punya kendali,” ujar Fajar.
Ia bahkan menyebut kolaborasi ini sebagai pengalaman yang penuh makna. Fajar mengaku sempat gugup saat pertama kali bertemu sang jenderal.
“Jujur deg-degan. Aku ini kan dari kampung banget, tiba-tiba datang ke Jakarta ketemu Bapak Jenderal. Enggak pernah nyangka. Grogi, gugup,” ungkapnya.
Namun rasa gugup itu berubah menjadi rasa syukur. Ia merasa perjalanannya hingga titik ini adalah buah dari doa sang ibu.
“Aku merasa doa mama hebat banget sampai bisa ketemu Pak Jenderal. Terima kasih juga buat Pak Congq yang sudah mempertemukan saya dengan orang-orang baik,” katanya haru.
Terkait proses produksi lagu, Fajar mengaku menerima materi lagu apa adanya tanpa banyak revisi.
“Terima jadi aja. Terima joget aja,” ujarnya santai.
Ia menambahkan, proses syuting sempat terkendala hujan, bahkan lirik lagu sempat menyesuaikan situasi di lapangan. Meski begitu, semuanya berjalan lancar karena dikerjakan dengan ikhlas dan penuh kebersamaan.
Sementara itu, Dudung memberikan pesan khusus untuk Fajar dan generasi muda. Ia menekankan pentingnya keberanian mengambil risiko dalam hidup.
“Orang yang tidak berani mengambil risiko termasuk orang yang merugi. Hidup ini mengandung risiko, tapi kalau hati nurani kuat, kita harus berani menghadapinya,” kata Dudung.
Ia juga mengingatkan agar setiap kesalahan tidak dibesar-besarkan dan selalu disikapi dengan sikap memaafkan.
“Kalau niat tulus dan ikhlas, maafkan orang lain, maka kesuksesan ada di depan mata,” pesannya.
Dudung bahkan mengungkapkan sisi lain dirinya. Sebelum berkarier di militer hingga menjadi jenderal bintang empat, ia pernah menjadi pemain band dan penyanyi.
“Dulu saya pemain band, penyanyi. Jadi sebenarnya pekerjaan saya itu penyanyi, tentara itu hobi saja,” ucapnya berseloroh, disambut tawa awak media.
Fajar pun menutup perbincangan dengan motivasi untuk anak muda.
“Capek boleh, lelah boleh, menyerah jangan. Jangan mimpikan hidupmu, tapi hidupkan mimpimu,” katanya.
Peluncuran single “Jangan Lupa Berdoa” tak hanya menjadi ajang musikal, tetapi juga panggung pesan moral tentang kerja keras, kebersamaan, dan pentingnya doa dalam setiap langkah kehidupan.