Jakarta- Ibunda aktor Ammar Zoni, Eli Murni Sip atau yang akrab disapa Matuo, berharap sang putra segera mendapatkan rehabilitasi usai menjalani sidang kasus narkoba di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (26/2).
Ditemui usai persidangan, Eli mengaku belum memahami secara detail pembahasan yang mencuat di ruang sidang, termasuk soal isu uang yang sempat disebut-sebut.
“Kalau lihat hasil sidang, kan tadi alinya enggak datang lagi. Terus yang mengenai masalah uang itu ya begitu saja. Saya juga enggak ngerti apa masalah uangnya. Cuma penjelasan dari Ammar ada yang ngomong katanya nanti diprint fotokopinya,” ujar Eli.
Dalam persidangan juga sempat disinggung soal seseorang bernama Jaya yang disebut meminta uang kepada seorang dokter. Namun Eli menegaskan dirinya tidak mengetahui secara pasti duduk perkaranya.
Saat ditanya soal bisikan kepada Ammar di ruang sidang, Eli mengaku hanya mengingatkan putranya untuk tetap sabar menghadapi proses hukum yang berjalan.
“Saya cuma bilang sabar, sabar ya. Kita harus kompak, jangan sampai ada omong-omong yang enggak benar. Yang penting sabar,” tuturnya.
Eli juga membantah adanya konflik antara Ammar dan dokter Camelia. “Enggak ada apa-apa, enggak ada masalah,” tegasnya.
Terkait harapan atas putranya, Eli berharap majelis hakim dapat melihat kondisi Ammar secara jernih, terutama terkait dugaan kecanduan yang sudah berulang kali membuatnya terjerat kasus serupa.
“Harapan saya Ammar biar cepat direhab. Mudah-mudahan hakim melihat dengan mata hati yang jernih. Ammar itu memang kecanduan berat. Kalau enggak ada kecanduan, enggak mungkin berulang kali seperti ini,” katanya.
Ia pun menyatakan dukungannya apabila kelak Ammar berjodoh dengan dr. Camelia, selama sosok tersebut benar-benar tulus mendampingi dan membantu putranya bangkit.
“Namanya jodoh Allah yang menentukan. Saya setuju saja sama siapa pun, asal mengerti kondisi Ammar dan mau menolong dengan ikhlas. Yang penting Ammar diselamatkan, bisa direhab, dibebaskan, dan jangan sampai ditahan lagi supaya bisa berkarya,” ungkap Eli.
Dalam kesempatan itu, Eli juga mengaku membawa makanan sederhana untuk Ammar, seperti abon, kaki ayam, dan bandeng, sebagai bentuk perhatian seorang ibu kepada anaknya yang tengah menghadapi proses hukum.