Supermodel sekaligus host Project Runway, Heidi Klum, mengenang salah satu momen paling menantang dalam perjalanan kariernya di industri mode. Dalam wawancara terbaru bersama Paper Magazine yang terbit 23 Februari, Heidi mengungkap pernah dianggap “tidak seksi lagi” saat sedang hamil.
Model asal Jerman itu bercerita bahwa seorang klien memutuskan untuk tidak lagi bekerja sama dengannya ketika mengetahui dirinya tengah mengandung. “Mereka berpikir saya tidak seksi lagi karena sekarang saya seorang ibu,” ungkap Heidi.
Tak hanya kehilangan pekerjaan, Heidi juga mengaku kesulitan menemukan desainer yang mau merancang busana untuk tubuhnya yang tengah berbadan dua. Saat itu, busana kehamilan yang modis masih sangat terbatas, terlebih untuk kebutuhan tampil di televisi.
“Anda tidak melihat banyak perempuan hamil di televisi. Saya hamil dengan semua anak saya saat tetap tampil di acara. Itu tantangan besar karena pakaian hamil saat itu sangat sulit ditemukan,” jelasnya.
Luncurkan Lini Busana Hamil
Pengalaman tersebut justru menginspirasi Heidi untuk menciptakan solusi sendiri. Pada 2010, ia sempat meluncurkan lini busana maternity agar memiliki pilihan pakaian yang tetap stylish saat tampil di layar kaca.
“Saya tidak bersembunyi di rumah saat hamil. Saya berada di panggung. Saya tampil di TV dan itu acara tentang fashion. Saya harus punya pakaian yang bagus,” tegasnya.
Keputusan itu menjadi bentuk perlawanan terhadap stigma bahwa kehamilan mengurangi daya tarik seorang perempuan, terutama di industri hiburan dan mode.
Anak-Anak Ikuti Jejak di Dunia Modeling
Kini, Heidi Klum adalah ibu dari empat anak. Dua di antaranya sudah mengikuti jejak sang ibu di dunia modeling, yakni Leni (20) dan Henry (20). Sementara dua anak lainnya adalah Johan (19) dan Lou (16).
Keempat anak tersebut merupakan buah hati dari pernikahannya dengan mantan suami, penyanyi pemenang Grammy, Seal.
Meski sempat menghadapi penolakan karena kehamilan, Heidi membuktikan bahwa menjadi ibu tidak menghentikan kariernya. Justru, pengalaman itu memperkuat posisinya sebagai ikon mode yang mendorong inklusivitas dan perubahan persepsi di industri fashion global.