Putra sulung pasangan musisi Ahmad Dhani dan Maia Estianty, Al Ghazali, mengaku memiliki kekhawatiran tersendiri jika kelak anaknya lahir dan langsung menjadi sorotan publik serta media sosial.
Al yang sejak kecil tumbuh di depan kamera memahami betul bagaimana rasanya hidup tanpa privasi. Ia menilai, terlalu cepat mengekspos anak ke dunia hiburan bisa berdampak negatif, terutama karena komentar jahat di media sosial kerap menyasar siapa saja, bahkan bayi sekalipun.
“Aku kadang lihat ada bayi saja bisa dapat komentar jahat, padahal enggak salah apa-apa,” ujarnya.
Pengalaman pribadi menjadi pelajaran berharga bagi Al. Meski ia mengaku tidak sepenuhnya terganggu dengan popularitas, ia merasakan bahwa hidup lebih privat sebenarnya terasa lebih tenang. Namun begitu, ia juga tidak memiliki target khusus untuk meninggalkan dunia hiburan dalam waktu dekat.
“Aku nikmatin aja. Enggak terlalu ambisius juga,” katanya santai.
Menurut Al, ketenaran memiliki dua sisi. Ia mengibaratkannya seperti sesuatu yang menggantung—bisa menyenangkan, tetapi juga bisa menjadi beban jika tidak disikapi dengan bijak. Ia bahkan mencontohkan pernyataan megabintang sepak bola Cristiano Ronaldo yang pernah berujar bahwa menjadi pemain top tanpa dikenal publik akan terasa membosankan. Bagi Al, popularitas memang ada serunya, tetapi tetap perlu batasan.
Menjelang fase baru dalam hidupnya sebagai calon ayah, Al juga mulai mempersiapkan diri. Ia mengaku ditawari mengikuti kelas parenting di rumah sakit, termasuk belajar cara menggendong dan merawat bayi sebelum kelahiran sang buah hati.
“Seru sih, excited juga. Jadi belajar gimana caranya megang anak dengan benar,” ungkapnya.
Ke depan, Al Ghazali berharap bisa menjalani peran sebagai ayah dengan lebih bijak, termasuk dalam menjaga privasi anaknya agar tidak terlalu dini terpapar sorotan kamera dan hiruk-pikuk media sosial.